detikcom
Jumat, 24/05/2013 01:45 WIB

Bea dan Cukai: Kapal Patroli Justru Diserang KM Wahyu

Agus Siswanto - detikNews
Batam - Kapal patroli BC-9002 milik kantor wilayah Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepri diserang oleh dua speed boat yang diduga sebagai pengawal dari KLM Wahyu-5 (sebelumnya ditulis KM Wahyu). Bea dan Cukai juga membantah informasi soal KLM Wahyu yang mengaku ditembaki.

Kapal KLM Wahyu-5 diduga membawa barang larangan dan pembatasan berupa gula 400 ton dari Malaysia. Saat itu petugas patroli BC-9002 langsung berupaya mengejar kapal tersebut yang sedang berlayar dari pelabuhan pasir gudang, Malaysia menuju perairan Tanjung Sekuang.

Aksi pengejaran yang dilakukan petugas patroli ternyata mendapat perlawanan dari pihak penyelundup. Ada 2 speed boat berisikan 21 orang dengan bersenjata tajam.

Menurut keterangan Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea dan Cukai, Muhamad Sigit, peristiwa ini terjadi pada Kamis (23/5) sekitar pukul 04.00 WIB.

"Benar, kapal patroli milik BC-9002 diserang pihak penyelundup asal Tanjung Sengkuang dengan menggunakan meriam pelontar api," kata Sigit dalam jumpa pers.

Adanya perlawanan yang dilakukan oleh pihak penyelundup membuat petugas patroli terpaksa membalas dengan tembakan ke arah badan KLM Wahyu-5.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mok/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
47%
Kontra
53%