detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 12:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Kamis, 23/05/2013 19:06 WIB

Mendikbud: Nilai UN Matematika Lebih Bagus dari Bahasa Indonesia

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Dari data yang ditampilkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, nilai pelajaran matematika pelajar SMA dan SMK yang mengikuti UN lebih bagus daripada nilai Bahasa Indonesia.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, sebanyak 19,97 persen siswa mendapatkan nilai 7 dan hanya 2,11 persen yang bisa menjawab semua pertanyaan dengan betul pelajaran Bahasa Indonesia pada UN tahun ini. Berbeda dengan mata pelajaran matematika yang berhasil mencapai 7,7 persen siswa yang bisa menjawab betul semua pelajaran hitung-hitungan tersebut.

"Itu tandanya siswa paling susah jawab bahasa Indonesia," ujar Nuh dalam konperensi pers di gedung Kemendikbud, Kamis (23/5/2013).

Nuh mengatakan, kita harus mengubah cara pembelajaran kita pada mata pelajaran bahasa indonesia. Kita nanya akan benahi, agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.

"Selain itu mungkin banyak siswa yang meremehkan dikarenakan ini bahasa sehari-hari kita. Jadi nantinya kita akan benahi cara pembelajarannya," imbuh Nuh.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(spt/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close