Detik.com News
Detik.com
Kamis, 23/05/2013 19:06 WIB

Mendikbud: Nilai UN Matematika Lebih Bagus dari Bahasa Indonesia

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Dari data yang ditampilkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, nilai pelajaran matematika pelajar SMA dan SMK yang mengikuti UN lebih bagus daripada nilai Bahasa Indonesia.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, sebanyak 19,97 persen siswa mendapatkan nilai 7 dan hanya 2,11 persen yang bisa menjawab semua pertanyaan dengan betul pelajaran Bahasa Indonesia pada UN tahun ini. Berbeda dengan mata pelajaran matematika yang berhasil mencapai 7,7 persen siswa yang bisa menjawab betul semua pelajaran hitung-hitungan tersebut.

"Itu tandanya siswa paling susah jawab bahasa Indonesia," ujar Nuh dalam konperensi pers di gedung Kemendikbud, Kamis (23/5/2013).

Nuh mengatakan, kita harus mengubah cara pembelajaran kita pada mata pelajaran bahasa indonesia. Kita nanya akan benahi, agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.

"Selain itu mungkin banyak siswa yang meremehkan dikarenakan ini bahasa sehari-hari kita. Jadi nantinya kita akan benahi cara pembelajarannya," imbuh Nuh.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(spt/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%