Detik.com News
Detik.com
Kamis, 23/05/2013 17:51 WIB

3 Pelajar Gagalkan Aksi Perkosaan, Mendikbud: Itulah Anak-anak Kita

Septiana Ledysia - detikNews
3 Pelajar Gagalkan Aksi Perkosaan, Mendikbud: Itulah Anak-anak Kita
Jakarta - Aksi heroik tiga pelajar SMP dan MTs di Bogor, Jawa Barat, kembali menuai pujian. Kali ini, penghargaan datang dari Mendikbud M Nuh yang menilai upaya ketiganya mencerminkan sifat anak-anak Indonesia.

"Bagus, itulah anak-anak kita. Nggak jelek-jelek amat kan?" kata Nuh usai jumpa pers soal UN di kantornya, Senayan, Jakarta, Kamis (23/5/2013).

Nuh memberikan apresiasi atas tindakan ketiga siswa yang bernama Abdurrahman Assegaf, Ilham Maulana dan Aziz tersebut. Kepedulian mereka terhadap orang lain patut diacungi jempol

"Ini bagian yang harus kita dorong. Sangat positif," komentarnya.

Abdurrahman, Ilham Maulana dan Aziz menjadi pahlawan karena menolong seorang remaja putri yang hendak diperkosa di perkebunan sepi di kawasan Tapos, Bogor.

Pelaku A kini dijerat dengan pasal penganiayaan terhadap korban di bawah umur. Sementara para pelajar mendapat hadiah dan penghargaan dari beberapa instansi antara lain laptop dan uang Rp 1 juta.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(spt/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%