Kamis, 23/05/2013 17:49 WIB

Penyebaran Video Porno oleh Wabup Bogor karena Persaingan Politik?

Baban Gandapurnama - detikNews
Jakarta - Ditkrimum Polda Jabar terus menyelidiki motif di balik penyebaran video porno dengan pemeran mirip Wakil Ketua DPRD Jabar RHT dan seorang perempuan. Kasus ini menyeret Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman yang ditetapkan menjadi tersangka. Diduga Faturachman turut menyebarkan video porno tersebut.

Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan Faturachman disangkakan melanggar Pasal 29 UU No 44 tahun 2008 perihal Pornografi junto Pasal 55 ayat 1 KUH Pidana tentang mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan suatu perbuatan.‬‬ Tak hanya Faturachman, terkait kasus ini polisi sudah lebih awal menetapkan Indra Lesmana sebagai tersangka. Indra merupakan fungsionaris DPC PDIP Bogor.

Spekulasi menyeruak kalau menyebarnya video porno tersebut berlatar belakang motif dendam lantaran persaingan politik. Ketiganya merupakan kader PDIP.

Ditanya wartawan apakah motifnya seperti itu, Martin enggan menyimpulkan. "Kami melakukan pemeriksaan berdasarkan fakta-fakta. Maka itu, kami masih mendalami penyelidikan dan penyidikan soal motifnya," ucap Martin kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (23/5/2013).

Sejak RHT melaporkan kasus ini pada April 2010, polisi sudah memeriksa 10 saksi. Selama tiga tahun berlalu, akhirnya polisi menetapkan dua tersangka. Martin beralasan, lamanya penanganan kasus ini lantaran pihaknya mencari serta mengumpulkan alat bukti dan terus melengkapi kekurangan hasil penyidikan guna mengungkap kasus ini.

Wabup Bogor diduga berperan sebagai orang yang menyuruh memmbuat dan menyebarkan video porno tersebut. Serta disinyalir Faturachman memerintahkan serta menyewa wanita berinisial L agar merekam adegan hubungan intim bersama RHT di salah satu hotel di Bandung.

Kepada polisi L mengakui tampil dalam video itu dan memakai telepon genggamnya untuk merekam adegan syur di atas ranjang secara sembunyi-sembunyi.

"Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, tersangka KF itu diduga orang yang menyuruh. Karena itu tersangka KF dikenai juga Pasal 55 ayat 1 KUH Pidana," kata Martin.

Martin memberikan sinyal kuat jika perkara ini bakal bertambah tersangka baru, termasuk wanita berinisial L. "Ada empat orang lainya yakni inisial J, L, R, E. Kapasitas mereka patut disangkakan terlibat. Tapi mereka bukan pejabat," ungkap Martin.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(bbn/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
0%
Kontra
100%