detikcom
Kamis, 23/05/2013 17:46 WIB

Istri Ahmad Zaki Penuhi Panggilan KPK

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Penyidik KPK juga memanggil istri Ahmad Zaki, Linda Silviana, sebagai saksi kasus dugaan suap impor daging sapi dan pencucian uang. Berbeda dengan sang suami yang mangkir, Linda datang dan menjalani pemeriksaan.

"Ada panggilan untuk dr. Linda Silviana Indrastuti sebagai saksi TPK dan TPPU kuota impor daging sapi," ujar Jubir KPK Johan Budi di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Kamis (23/5/2013).

Johan mengatakan Linda sudah hadir di kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan. Perempuan yang berprofesi sebagai dokter tersebut diketahui merupakan istri dari Zaky.

"Yang bersangkutan hadir dan menjalani pemeriksaan," kata Johan.

Istri Ahmad Zaki termasuk dalam daftar 45 nama perempuan yang mendapat transfer dana dari Ahmad Fathanah. Nilainya cukup besar, yaitu Rp 1,025 miliar.

Daftar nama perempuan penerima duit dari Fathanah itu beredar pagi ini. Sejumlah nama disebutkan, mulai dari Sefti Sanustika, Tri Kurnia Rahayu dan nama-nama lainnya.

Apa tanggapan Ahmad Zaki soal ini? "Saya baru baca. Nanti saya cek dulu," kata Zaki saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Kamis (23/5/2013).


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(fjp/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close