detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 07:54 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 23/05/2013 16:25 WIB

Media Inggris Soal Pembunuhan: 'Darah di Tangannya, Kebencian di Matanya'

Rita Uli Hutapea - detikNews
salah seorang pelaku (ITV News)
London, - Publik Inggris digemparkan oleh insiden pembunuhan sadis seorang tentara di jalanan London di siang hari bolong. Media Inggris pun ramai memberitakan peristiwa mengerikan itu.

Dua pria berkulit hitam ditangkap usai pembunuhan keji yang terjadi di depan orang banyak di jalanan yang ramai di Woolwich tersebut. Sebelum polisi tiba di lokasi, kedua pembunuh sempat menyuruh orang-orang yang menyaksikan agar memfoto dan merekam aksi brutal mereka.

"Kami membunuh tentara Inggris. Ini mata untuk mata," demikian headline harian Sun hari ini seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (23/5/2013).

Kata-kata tersebut dilontarkan para pelaku usai menyerang korbannya dengan pisau dan golok dalam insiden yang terjadi di John Wilson Street pada Rabu (22/5) pukul 14:20 waktu setempat. Menurut saksi mata, korban diserang membabi-buta hingga tewas oleh dua pria berkulit hitam itu.

Dalam editorialnya, Sun menyebut serangan itu "nyaris tak bisa dipercaya". Sun pun menyerukan warga Inggris untuk mendukung para personel militer Inggris.

"Hari ini kita harus melawan para ekstremis dan berdiri bahu-membahu dengan dinas bersenjata kita," demikian ditulis Sun dalam editorialnya.

"Kita harus menunjukkan dukungan kita dengan kata-kata dan tindakan. Dan jika Anda melihat seorang tentara hari ini, jabat tangan mereka dan katakan terima kasih," demikian ditulis Sun.

Media Inggris lainnya, Daily Mail memasang foto seorang pelaku sedang memegang pisau dan golok berlumuran darah. "Darah di tangannya, kebencian di matanya," demikian headline media tersebut.

Sementara media Daily Telegraph menulis headline "Mata untuk mata, gigi untuk gigi. Kami tak akan berhenti bertempur sampai Anda tidak mengganggu kami."

Dalam editorialnya, Daily Telegraph mendukung pernyataan Perdana Menteri Inggris David Cameron bahwa negara tersebut "tak akan pernah tunduk" pada teroris.

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%