Kamis, 23/05/2013 13:28 WIB

Dosen Unsyiah Aceh Tewas Setelah Meloncat dari Lantai 3 Gedung Kampus

Feri Fernandes - detikNews
Lhokseumawe - Seorang dosen Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Aceh, ditemukan tewas bersimbah darah di komplek kampus setempat. Diduga, ia bunuh diri dengan cara meloncat dari lantai 3 gedung Lab Terpadu Unsyiah.

Korban bernama Dr Edi Rudy (42). Ia merupakan dosen MIPA dan berdomisili di Jalan Syek Abdul Rauf, Komplek Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala.

Mayat korban pertama kali ditemukan Munasir (23) mahasiswa yang juga penjaga laboratorium pada pukul 07.00 WIB, Kamis (23/5/2013). Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Syiah Kuala.

"Korban diduga meloncat dari lantai 3 gedung Lab Terpadu Kampus Unsiyah," kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Erlin Tangjaya, ketika dihubungi detikcom.

Istri korban menyebutkan, sekitar pukul 05.30 WIB, korban keluar dari rumah seorang diri dengan berjalan kaki. Pihak keluarga mencarinya tetapi tidak ketemu. Akhirnya istri korban dikabari kalau suaminya meninggal dengan kondisi mengenaskan.

"Istri mengatakan kalau selama ini korban menderita penyakit darah tinggi," jelas Erlin.

Menurutnya, meskipun dugaan sementara korban bunuh diri. Namun pihaknya tetap menyelidiki atas kematian korban. Hingga kini belum diketahui motif korban melakukan tindakan nekat tersebut.

"Kami sudah melakukan olah TKP. Korban juga sudah kita visum. Saat ini korban sudah berada dirumah duka untuk disemayamkan," tutup Erlin.

(try/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%