detikcom
Rabu, 22/05/2013 21:58 WIB

Anggota Brimob Ditangkap BNN Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Semarang - Seorang anggota Brimob Polda Jawa Tengah berpangkat Bripka dibekuk Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Tengah. Penangkapan dilakukan ketika transaksi narkoba tengah terjadi.

Kepala Satuan Brimob Polda Jateng, Kombes Pol Moch Badrus membenarkan penangkapan tersebut ketika dikonfirmasi. Menurutnya, oknum yang diketahui berinisial AH tersebut merupakan anggota kompi wilayah Srondol.

"Sudah, Kompi Srondol, mas," ujar Moch Badrus lewat pesan singkatnya, Rabu (22/5/2013).

Menurut informasi yang diperoleh, penangkapan ini dilakukan hari Selasa (21/5) kemarin sekitar 17.00 WIB. Penangkapan dilakukan setelah BNNP menerima informasi bahwa Bripka AH melakukan transaksi narkoba jenis sabu di samping sebuah rumah pengisian ulang air mineral di Jl Cipta Karya, Semarang Tengah.

Petugas kemudian membuntuti AH dan menangkapnya. Setelah itu, AH pun digelandang ke kantor BNNP Jateng.

Moch Badrus menambahkan, saat ini Bripka AH sedang di proses pihak berwenang. "Ya diproses mas," tegasnya.

Sementara itu, belum diketahui secara pasti jumlah sabu dalam transaksi AH karena pihak BNNP Jawa Tengah belum mengeluarkan keterangan resmi. Diketahui, beberapa waktu lalu BNNP Jawa Tengah menangkap Iptu Hendro dan Briptu Tahmat Sutop. Kemudian akhir April lalu, BNN menangkap Kolonel Laut AS di Semarang.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(alg/nvc)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
63%
Kontra
37%