detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 10:14 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 22/05/2013 18:38 WIB

Demo Mahasiswa Trisakti di Depan Istana Bentrok, Wartawan Kena Pukul

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Halaman 1 dari 2
detikcom/Bagus
Jakarta - Unjuk rasa yang digelar mahasiwa Universitas Trisakti di depan Istana Merdeka diwarnai bentrokan dari kubu internal mahasiswa. Dalam bentrokan ini, seorang wartawan terkena bogem mentah dari salah satu mahasiswa.

Bentrokan ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, Rabu (22/5/2013), ketika salah satu kubu mahasiswa tiba-tiba memaksa masuk ke dalam Istana. Aksi ini dihalangi oleh kubu mahasiswa lainnya yang menyerukan agar unjuk rasa berlangsung damai.

Kedua kubu sama-sama merupakan mahasiswa Trisakti. Aksi dorong-dorongan pun tak terhindarkan. Tiba-tiba ada salah satu mahasiswa yang tersandung dan terjatuh. Namun, para mahasiswa menduga mahasiswa tersebut jatuh karena dipukul.

Bentrokan antar dua kubu mahasiswa pun terjadi. Saat inilah, sejumlah wartawan yang meliput unjuk rasa ini mendekat untuk mengambil gambar.

Tak diduga, salah satu wartawan terkena pukulan mahasiswa. Akibat pukulan ini, wartawan dari SindoTV yang bernama Syukron ini menderita luka lebam di bagian mata sebelah kanan.

Tidak hanya itu, kamera yang digunakan Syukon juga rusak akibat insiden ini. Wartawan lain dan polisi yang berjaga di lokasi berusaha untuk melerai keduanya, agar keributan tidak berlanjut.

Syukron kemudian dibawa ke dalam tenda polisi yang ada di dalam komplek Monas, untuk mendapat pertolongan medis. Namun beberapa saat kemudian, masuklah seorang mahasiswa yang meneriaki Syukron.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(nvc/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%