detikcom
Rabu, 22/05/2013 16:24 WIB

Ahmadinejad Kecam Pencoretan Sekutu Dekatnya dari Daftar Capres Iran

Rita Uli Hutapea - detikNews
Mahmoud Ahmadinejad (Reuters)
Teheran, - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengecam keputusan otoritas Iran yang mendiskualifikasi sekutu dekatnya, Esfandiar Rahim Mashaie untuk ikut dalam pemilihan presiden (pilpres) Juni mendatang.

"Saya menganggap... Mashaie sebagai setia, benar dan berguna bagi negara, dan saya mendukung dia berdasarkan kemampuan dan karakteristik tersebut," kata Ahmadinejad seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (22/5/2013).

"Namun dia telah menjadi korban ketidakadilan," imbuh Ahmadinejad yang berdasarkan konstitusi Iran, tak bisa lagi mencalonkan diri dalam pilpres mendatang. Sebabnya, Ahmadinejad telah menjabat selama dua periode.

Selain Mashaie, Dewan Garda yang didominasi konservatif, juga mencoret nama mantan presiden Akbar Hashemi Rafsanjani dari daftar calon presiden (capres), yang akan bertarung dalam pilpres pada 14 Juni mendatang.

Dewan tersebut tidak menyebutkan alasan pencoretan kedua nama kandidat tersebut. Atas diskualifikasi ini, pihak Rafsanjani tak akan melakukan protes apapun.

Dari ratusan potensial kandidat, Dewan Garda hanya menyetujui 8 kandidat presiden yang akan maju dalam pilpres Juni mendatang. Para kandidat tersebut terdiri dari lima kandidat konservatif yang dekat dengan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dua kandidat moderat dan seorang reformis.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%