detikcom
Rabu, 22/05/2013 16:01 WIB

Hakim Tidak Upload Putusan di Website Terancam Dimutasi

Robert - detikNews
Hatta Ali (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) memperingatkan pengadilan untuk transparan terhadap putusan yang ditanganinya dengan mengupload di website MA. Apabila tidak patuh, ketua pengadilan setempat bisa dipertimbangkan untuk dimutasi.

"Salinan putusan adalah dokumen negara. Itu menjadi salah satu pertimbangan (ketua pengadilan) untuk pertimbangan mutasi atau naik jabatan," kata Ketua MA Hatta Ali, kepada wartawan saat berada di PN Tenggarong, Jl Ahmad Yani, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (22/5/2013).

Peringatan bagi ketua pengadilan di daerah, dimaksudkan sebagai upaya reformasi transparansi hukum kepada publik yang tengah digiatkan saat ini.

"Sekarang, masih banyak pengadilan yang tidak memasukan putusan ke direktori MA. Salinan putusan itu harus dimasukan dalam waktu 1x24 jam. Minimal, yang dimasukan adalah amar putusan. Ini transparansi bagi pencari keadilan," tegas Hatta.

"Tapi kalau hakim ditanya masyarakat tentang pertimbangannya memutuskan sebuah perkara, hakim itu tidak berhak menilai dan menjelaskan proses keputusannya sendiri. Masyarakat hanya melihat salinan putusan di direktori MA," tambahnya.

Selain itu, Hatta juga menyoroti lamanya proses putusan sebuah perkara di pengadilan di daerah. Menurut dia, hakim pengadilan harus mampu memperkirakan lamanya proses putusan sebuah perkara yang tengah disidangkan.

"Untuk tingkat pertama dan banding, hakim harus bisa memprediksi lamanya waktu proses putusan dan itu tidak lebih dari 6 bulan. Kalau lebih dari 6 bulan, itu harus dilaporkan ke pimpinan. Itu harus digarisbawahi," tutupnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/asp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%