detikcom
Rabu, 22/05/2013 09:08 WIB

Direksi PT Primaz Diduga Larikan 1,9 Ton Emas Nasabah

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Sejumlah nasabah melaporkan direksi PT Peresseia Mazekadwisapta Abadi (Primaz) ke Polda Metro Jaya. Mereka diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan investasi emas dengan kerugian total diperkirakan mencapai Rp 2,4 triliun.

"Jadi total emas yang diinvestasikan nasabah itu mencapai 1,9 ton emas batangan atau kalau dirupiahkan mencapai 2,4 triliun rupiah," kata kuasa hukum pelapor, Angga Herlambang, Rabu (22/5/2013).

Angga mengatakan, Budi Lasmono yang merupakan direktur utama dan Lie Kurniawan yang menjabat sebagai direktur di PT Primaz tersebut, menghilang sejak 3 bulan lalu.

"Mereka diduga melarikan dana dan emas milik para nasabah," kata Angga.

Diceritakan ia, direksi selaku penanggung jawab perusahaan tidak menepati janji mereka dalam memberikan fasilitas yang ditawarkan kepada para nasabah. Fasilitas yang dimaksud berupa keuntungan 2,4 persen tiap bulan dan Buy Back Guarantee (BBG) atau jaminan uang kembali seharga pembelian awal dalam termin tertentu.

Primaz yang berkantor di Ruko Mega Grosir ITC Cempaka Mas Blok F14, Jakarta Pusat ini merupakan perusahaan yang bergerak dalam investasi logam mulia. Mulai berdiri sejak November 2011, Primaz telah berhasil mengumpulkan 3 ribu nasabah dari berbagai daerah di tanah air.

Primaz menjual dan membeli emas 24 karat dengan memberikan diskon berkala dan garansi beli kembali pada harga awal. Primaz menawarkan penjualan emas dengan harga lebih tinggi dari pasaran yakni Rp700 ribu pergram dengan keuntungan 2,5 persen yang akan didapat tiap bulan.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%