detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 01:18 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 22/05/2013 04:18 WIB

Guru Les Culik Mantan Muridnya, Minta Tebusan Rp 50 Juta

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Semarang, - Seorang mantan guru les privat matematika di Semarang harus berurusan dengan Polisi karena menculik mantan muridnya. Pelaku bernama Sigit Aditya Eka Rinanto (22) tersebut juga sempat mengancam akan membunuh korban yaitu DDS (13) dan meminta tebusan Rp 50 juta.

Dalam gelar kasus di Mapolrestabes Semarang, Adit mengaku tega menculik mantan murid lesnya itu karena sebelumnya ia kehilangan uang proyek pembangunan rumah makan di Wonogiri sebesar Rp 50 juta.

"Saya dipercaya orang untuk mengerjakan proyek rumah makan. Tapi uang Rp 50 juta yang saya titipkan ke pekerja kepercayaan saya dibawa lari," kata Adit di Mapolrestabes Semarang, Selasa (21/5/2013).

Karena takut ketahuan oleh pemilik rumah makan, hari Sabtu (18/5) lalu laki-laki yang saat ini bekerja sebagai pemborong itu berpikiran untuk menculik DDS yang sudah lama dikenalnya.

"Ayah saya dan ayah DDS sudah kenal lama. Terus saya SMS ajak main dan saya bawa ke tempat proyek di Wonogiri," tandasnya.

Ia pun menghubungi orang tua korban melalui SMS dan meminta uang tebusan sebesar Rp 50 juta. Dalam SMS tersebut juga berjanji akan mengangsur uang itu sebesar Rp 5 juta perbulan.

"Saya bilang anaknya akan baik-baik saja kalau dengan uang Rp 50 juta tanpa lapor polisi. Lalu ditawar Rp 40 juta. Saya langsung setuju," ujar Adit.Next

Halaman 1 2

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mpr/mpr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%