Perusahaan Pemenang Proyek Simulator Awalnya Bisnis Tutup Botol

Perusahaan Pemenang Proyek Simulator Awalnya Bisnis Tutup Botol

Ferdinan - detikNews
Selasa, 21 Mei 2013 21:14 WIB
Perusahaan Pemenang Proyek Simulator Awalnya Bisnis Tutup Botol
Jakarta - PT Citra Mandiri Metalindo yang menjadi pemenang proyek pengadaan driving simulator kendaraan roda dua dan roda empat di Korlantas Polri, mulanya berbisnis tutup botol.

Hal ini diketahui dari proses verifikasi Bank BNI saat PT CMM mengajukan kredit modal kerja Rp 101 miliar pada Oktober 2010 untuk pekerjaan pengadaan driving simulator SIM. Petugas verifikasi dari BNI pernah datang ke kantor PT CMM di Narogong, Bekasi, Jawa Barat.

"Awalnya perusahaan tutup botol, terus berkembang skalanya meningkat terus jadi pemasok plat nomor tanda kendaraan bermotor," kata Andip Mupti, Relationship Manager BNI cabang Gunung Sahari saat bersaksi untuk terdakwa mantan Kepala Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo di Pengadilan Tipikor, Selasa (21/5/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andip mengatakan pihaknya lebih dulu menguji kelayakan PT CMM untuk dipinjamkan kredit modal kerja sebelum akhirnya kredit disetujui pada Desember 2010 dengan besaran Rp 100 miliar. "Persyaratan kita lihat secara keseluruhan dari performance perusahaan selama ini. Jaminan itu bukan cuma dari kontrak tapi aset-aset Pak Budi (Budi Susanto Direktur PT CMM, red) seperti pabrik dan tempat tinggal," terang dia.

Selain memverifikasi PT CMM, pihak BNI juga mengkonfirmasi ke Korlantas mengenai anggaran proyek simulator SIM tahun 2011. Verifikasi kepada Kakorlantas saat itu Djoko Susilo dilakukan atasan Andip bernama Dino.

Klarifikasi ke Djoko untuk memastikan benar tidaknya proyek pengadaan simulator SIM tahun anggaran 2011. "Ada (tertulis) di call memo Pak Dino," ujarnya.

Tapi keterangan ini dibantah Djoko. "Saya tidak pernah dikonfirmasi, memberi rekomendasi dan memberi jaminan yang berkaitan dengan PT CMM," kata Djoko memberi tanggapan atas kesaksian Andip.

Selain PT CMM, verifikator dari BNI juga mendatangi kantor PT Inovasi Teknologi Indonesia. Pengadaan simulator sebut Andi dikerjakan PT ITI dengan pembiayaan PT CMM. "Kita verifikasi ke Sukotjo (Direktur PT ITI), dia bilang ini barang untuk persiapan proyek simulator 2011. Rangka-rangka motor, monitor, printer, dan semua yang terkait simulator," terang Andip.

Dia menjelaskan, BNI juga meminta bukti tertulis mengenai anggaran pengadaan driving simulator tahun 2011. "Di offering letter, kita mintakan rencana anggaran untuk tahun 2011 ke Pak Budi. Surat itu ada yang tanda tangan Pak Pudji," tutur Andip.

Hakim ketua Suhartoyo dalam persidangan menyinggung adanya kesepakatan personal tanpa didasari perjanjian mengikat (gentlement agreement) dalam pekerjaan pengadaan driving simulator SIM. "Kenapa bilang diawali gentlement agreement?" tanya Suhartoyo. "Pak Budi mengerjakan simulator bukan kali ini saja, tapi 2010 sudah mengerjakan simulator," jawab Adip.

(fdn/ega)


Berita Terkait