Selasa, 21/05/2013 19:58 WIB

Haji Musim Ini Start Berangkat 10 September

Nur Khafifah - detikNews
Ilustrasi haji (Luhur/ detikcom)
Jakarta - Jamaah haji Indonesia musim ini rencananya akan diberangkatkan mulai bulan September mendatang. Pelaksanaan pemberangkatan akan terbagi dalam 2 gelombang.

"Awal pemberangkatan jamaah haji gelombang I dilaksanakan pada tanggal 10 September 2013," ujar Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), Cepi Supriatna di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2013).

Cepi mengatakan, pemberangkatan gelombang I tersebut akan berakhir pada 24 September 2013. Kemudian pada tanggal 25 September mulai diberangkatkan gelombang II.

"Tanggal 9 Oktober seluruh jamaah haji sudah tiba di Arab Saudi," ucap Cepi.

Cepi mengatakan, wukuf di Arafah akan dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober. Untuk pemulangan jamaah haji akan dilaksanakan mulai 19 Oktober.

Gelombang II jamaah haji akan mulai dipulangkan pada tanggal 26 Oktober. "Tanggal 19 Nopember, seluruh jamaah telah kembali di tanah air. Kecuali yang sakit atau meninggal," ujar Cepi.

Pemberangkatan jamaah haji tersebut akan dilaksanakan melalui 12 embarkasi. Yaitu embarkasi Aceh, Medan, Batam, Padang, Palembang, Jakarta, Solo, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar dan Lombok.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(kff/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%