Detik.com News
Detik.com

Selasa, 21/05/2013 17:21 WIB

15 Tahun Reformasi

Jelang Soeharto Lengser, Yusril Buat Pimpinan MA Panik

Tim Harian Detik - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jelang Soeharto Lengser, Yusril Buat Pimpinan MA Panik dok detikcom
Jakarta - 20 Mei 1998. Suasana mencekam di Jalan Cendana, kediaman Presiden Soeharto. Sampai malam, tamu-tamu penting berdatangan, termasuk para bekas wakil presiden, seperti Sudharmono, Try Sutrisno, dan Umar Wirahadikusumah.

Di luar, asisten Menteri-Sekretaris Negara, Yusril Ihza Mahendra, memperhatikan kesibukan itu sembari merokok dengan Panglima TNI Jenderal Wiranto. Tak lama, Wakil Presiden B.J. Habibie menambah keramaian tamu. Karena merasa pertemuan para tokoh penting itu akan lama, Yusril memutuskan pergi.

Saya kemudian pergi ke rumah Malik Fadjar karena saya menginap di sana, kata Yusril kepada Detik pekan lalu.

Rupanya Akbar Tandjung dan Tanri Abeng datang ke kediaman Malik, sembari menanyakan kabar di Cendana. Yusril kemudian sekali lagi mengkonfirmasi pengunduran diri 14 menteri. Akbar membenarkan sembari menunjukkan salinan surat pengunduran diri itu.

Pukul 01.00 WIB, Yusril dan Menteri Saadilah menghadap Soeharto untuk membahas pengunduran diri para menteri itu. Saat itu juga Presiden memastikan pengunduran dirinya sendiri dan meminta Yusril menyusun draf pidato.

Malam itu juga saya menelepon pimpinan Mahkamah Agung, Pak Sarwata. Saya hanya bilang besok datang pukul 7 pagi di istana. Mohon datang pakai jubah hakim semuanya. Dia tanya, Ada apa Pak Yusril?. Saya tidak bisa ngomong, ujar Yusril.

Yusril menyatakan draf pidato itu kemudian dicoret-coret oleh Soeharto dan ditambahkan beberapa bagian, seperti soal penolakan Komite Reformasi. Naskah asli itu, kata dia, sudah disimpan di Arsip Nasional. Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%