detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 21:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 21/05/2013 17:21 WIB

15 Tahun Reformasi

Jelang Soeharto Lengser, Yusril Buat Pimpinan MA Panik

Tim Harian Detik - detikNews
Halaman 1 dari 2
dok detikcom
Jakarta - 20 Mei 1998. Suasana mencekam di Jalan Cendana, kediaman Presiden Soeharto. Sampai malam, tamu-tamu penting berdatangan, termasuk para bekas wakil presiden, seperti Sudharmono, Try Sutrisno, dan Umar Wirahadikusumah.

Di luar, asisten Menteri-Sekretaris Negara, Yusril Ihza Mahendra, memperhatikan kesibukan itu sembari merokok dengan Panglima TNI Jenderal Wiranto. Tak lama, Wakil Presiden B.J. Habibie menambah keramaian tamu. Karena merasa pertemuan para tokoh penting itu akan lama, Yusril memutuskan pergi.

“Saya kemudian pergi ke rumah Malik Fadjar karena saya menginap di sana,” kata Yusril kepada Detik pekan lalu.

Rupanya Akbar Tandjung dan Tanri Abeng datang ke kediaman Malik, sembari menanyakan kabar di Cendana. Yusril kemudian sekali lagi mengkonfirmasi pengunduran diri 14 menteri. Akbar membenarkan sembari menunjukkan salinan surat pengunduran diri itu.

Pukul 01.00 WIB, Yusril dan Menteri Saadilah menghadap Soeharto untuk membahas pengunduran diri para menteri itu. Saat itu juga Presiden memastikan pengunduran dirinya sendiri dan meminta Yusril menyusun draf pidato.

“Malam itu juga saya menelepon pimpinan Mahkamah Agung, Pak Sarwata. Saya hanya bilang besok datang pukul 7 pagi di istana. Mohon datang pakai jubah hakim semuanya. Dia tanya, ‘Ada apa Pak Yusril?’. ‘Saya tidak bisa ngomong,’” ujar Yusril.

Yusril menyatakan draf pidato itu kemudian dicoret-coret oleh Soeharto dan ditambahkan beberapa bagian, seperti soal penolakan Komite Reformasi. Naskah asli itu, kata dia, sudah disimpan di Arsip Nasional. Next

Halaman 1 2

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nwk/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%