Selasa, 21/05/2013 15:06 WIB

Golkar Rekomendasikan Bupati Rohil Nyalon Gubernur Riau

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - DPP Golkar memberikan rekomendasi kepada Bupati Rokan Hilir (Rohil) Annas Maamun mencalonkan diri sebagai Gubernur Riau 2013. Annas akan diduetkan dengan anggota DPR RI, Andi Rahman.

Demikian disampaikan Ketua Infokom DPD Golkar Riau, Eddy Akhmad RM, kepada detikcom, Selasa (21/5/2013) di Pekanbaru. Menurut Eddy, rekomendasi itu ditandatangani Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie, Senin (20/5/2013) di Jakarta.

Annas maupun Andi adalah kader Golkar. Annas tercatat sebagai Ketua DPD Golkar Riau, sedangkan Andi merupakan pengurus DPP Golkar yang juga anggota DPR RI asal Riau.

"Secara resmi kita mengusung Annas dan Andi. Ini sesuai dengan keputusan DPP Golkar," kata Eddy.

Selain memberikan rekomendasi kepada calon gubernur, lanjut Eddy, DPP Golkar sekaligus memberikan rekomendasi untuk pencalonan Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Rekomendasi diberikan kepada Warda sebagai calon bupati dan Rusman Malomo sebagai wabup. Warda adalah Kadis Pendidikan Provinsi Riau, sedangkan Rusman saat ini menjabat wakil bupati Inhil.

Pemilihan gubernur Riau dan pemilihan bupati Inhil sama-sama berlangsung pada September 2013 mendatang. Pendaftaran di KPUD dibuka sejak 23 Mei hingga 29 Mei.

"Hari pertama pendaftaran, nanti kita mendaftarkan pasangan Annas dan Andi," kata Eddy.

Sesuai peraturan, kursi Golkar di DPRD Riau sudah cukup untuk mengusung calonnya sendiri. Dari 55 kursi, 19 kursi di antaranya dikuasai partai berlambang Beringin ini.

"Tapi kita tetap melakukan lobi politik kepada PPP, Gerindra dan PDI Perjuangan," kata Eddy.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(cha/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%