Selasa, 21/05/2013 12:54 WIB

Buntut Perawatan Wajah, Pasien & Dokter Spesialis Kulit Saling Gugat

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 2
Gedung MA (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Dokter spesialis kulit dan pasiennya saling gugat di Bogor. Hal ini dipicu perawatan kulit wajah pasien yang tak kunjung membaik.

Seperti terungkap dalam berkas kasasi yang dilansir website MA, Selasa (21/5/2013), kasus ini bermula saat warga Jalan A Yani 13, Bogor, Isnuharti, berobat ke dr Ko King Tjoen pada 2 Juni 2009. Saat itu, Isnuharti mengalami keluhan gatal pada bagian sudut luar kelopak mata sebelah kiri tanpa kelainan kulit.

Lantas King Tjoen memberikan resep obat antara lain cairan pembersih, salep dan sabun serta beberapa resep lain. Dokter memberikan catatan, selama perawatan tidak menggunakan parfum dan bedak.

Seiring perjalanan waktu, ternyata keluhan Isnuharti semakin memburuk. Meski Isnuhati telah berkali-kali berobat ulang, namun gejalanya tidak menampakkan perubahan. Hingga pada 3 Juli 2009, Isnuhati tidak tahan dengan rasa sakit akibat iritasi pada wajah yang semakin parah, kulit melebar, eritema kulit pepilae di pipi, dagu dan dahi.

Karena sudah tidak tahan lagi, Isnuharti beralih ke obat herbal dan perawatan wajahnya dipercayakan ke dokter lain. Atas apa yang dia alamai, Isnuharti lalu melayangkan somasi ke King Tjoen dan meminta pertanggungjawaban.

Karena tidak mendapat respons yang memuaskan, Isnuharti lalu melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Bogor. Dalam gugatannya, Isnuharti meminta King Tjong membayar Rp 31 juta atas kerugian materil yang ia alami. Selain itu, Isnuharti juga meminta ganti rugi immateril sebesar Rp 500 juta.

"Penggugat merasa depresi dan rasa tekanan disertai malu dalam berkomunikasi dan bersosialilsasi karena orang selalu merasa jijik dan menanyakan kondisi wajah penggugat," demikian bunyi gugatan Isnuharti.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(asp/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%