detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 07:52 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 21/05/2013 10:42 WIB

Perawat Demo di DPR, Jalan ke Arah Slipi Ditutup

Ahmad Toriq - detikNews
Demo perawat depan DPR (Toriq/ DPR)
Jakarta - Hari menjelang siang, gelombang perawat yang demo di DPR terus mengalir. Pendemo meluber menguasai jalan menuju kawasan Slipi, Jakarta Barat. Lalu lintas menjadi macet.

Hingga pukul 10.30 WIB, sedikitnya 1.000 orang perawat dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) berunjuk rasa menuntut RUU Keperawatan disahkan, di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/5/2013).

Massa meluber hingga menutup jalur lambat dan jalur khusus bus TransJakarta. Sejumlah mobil 'terjebak' di tengah-tengah pendemo. Perang klakson bersahutan dengan sorak-sorai para tim medis itu. Akibatnya arus lalu lintas macet.

Pendemo mengusung spanduk dan poster ukuran 50 cm x 40 cm bertuliskan "Sahkan segera RUU Keperawatan di tahun 2013 atau mogok nasional." Atribut-atribut itu dibentangkan di pintu pagar gedung wakil rakyat. Demo hingga pukul 10.40 WIB masih berlangsung damai.

Para perawat mendesak RUU itu segera disahkan karena di dalamnya ada pengakuan secara regulasi mengenai profesi keperawatan di seluruh dunia. Dengan UU ini nantinya gaji perawat di Indonesia bisa disesuaikan dengan gaji internasional.



Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(aan/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%