Detik.com News
Detik.com
Selasa, 21/05/2013 10:42 WIB

Perawat Demo di DPR, Jalan ke Arah Slipi Ditutup

Ahmad Toriq - detikNews
Perawat Demo di DPR, Jalan ke Arah Slipi Ditutup Demo perawat depan DPR (Toriq/ DPR)
Jakarta - Hari menjelang siang, gelombang perawat yang demo di DPR terus mengalir. Pendemo meluber menguasai jalan menuju kawasan Slipi, Jakarta Barat. Lalu lintas menjadi macet.

Hingga pukul 10.30 WIB, sedikitnya 1.000 orang perawat dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) berunjuk rasa menuntut RUU Keperawatan disahkan, di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/5/2013).

Massa meluber hingga menutup jalur lambat dan jalur khusus bus TransJakarta. Sejumlah mobil 'terjebak' di tengah-tengah pendemo. Perang klakson bersahutan dengan sorak-sorai para tim medis itu. Akibatnya arus lalu lintas macet.

Pendemo mengusung spanduk dan poster ukuran 50 cm x 40 cm bertuliskan "Sahkan segera RUU Keperawatan di tahun 2013 atau mogok nasional." Atribut-atribut itu dibentangkan di pintu pagar gedung wakil rakyat. Demo hingga pukul 10.40 WIB masih berlangsung damai.

Para perawat mendesak RUU itu segera disahkan karena di dalamnya ada pengakuan secara regulasi mengenai profesi keperawatan di seluruh dunia. Dengan UU ini nantinya gaji perawat di Indonesia bisa disesuaikan dengan gaji internasional.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(aan/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%