detikcom
Selasa, 21/05/2013 08:25 WIB

Luthfi Jelaskan Pushtun, Suku di Pakistan yang Wanitanya Terkenal Cantik

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Dalam persidangan kasus suap impor daging, jaksa KPK memutar sadapan antara Luthfi Hasan Ishaaq dengan Ahmad Fathanah. Kata Pushtun dan Jawa Sarkiya muncul sebagai kalimat pembuka. Akhirnya eks presiden PKS itu angkat bicara mengenai 'sandi' tersebut.

"Saya kemarin tanyakan ke pak Luthfi, soal Pustun itu. Dia langsung ketawa terbahak-bahak," ujar pengacara Luthfi, M Assegaf Selasa (21/5/2013).

Akhirnya Assegaf pun mendapatkan apa arti Pushtun. Kata tersebut merupakan salah satu suku di Pakistan, yang mana perempuan dari suku tersebut terkenal dengan kecantikannya.

"Dia menjelaskan, Pushtun itu suku di Pakistan. Dalam bercandaan dengan Fathanah itu, pak Luthfi menggambarkan istrinya yang cantik seperti suku Pustun. Karena memang terkenal cantik perempuan dari suku Pushtun," jelas Assegaf.

Pengacara senior ini menjelaskan, Luthfi dan istrinya pernah ke Pakistan dan menjumpai langsung orang-orang dari suku Pushtun. Namun Assegaf tidak bertanya lebih jauh ke Luthfi, istri yang mana yang disebut cantik seperti perempuan suku Pushtun.

"Wah soal istri yang mana saya tidak tahu ya. Pokoknya kata pak Luthfi itu soal Pushtun. Kalau yang Jawa Sarkiyah itu saya lupa bertanya," ujar Assegaf.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fjp/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%