Detik.com News
Detik.com

Senin, 20/05/2013 22:54 WIB

Kurikulum 2013 Diprioritaskan untuk Sekolah Eks RSBI & Akreditasi A

M Iqbal - detikNews
Kurikulum 2013 Diprioritaskan untuk Sekolah Eks RSBI & Akreditasi A
Jakarta - Kemendikbud siap mengimplementasikan kurikulum 2013 kepada 6.325 sekolah yang ada di Indonesia. Pemerintah memprioritaskan implementasi itu bagi sekolah eks RSBI dan berakreditasi A.

"Kriteria sasaran kurikulum 2013 adalah kesiapan sekolah yang diprioritaskan bagi sekolah eks RSBI dan terakreditasi A," kata Menteri Pendidikan M Nuh dalam rapat dengan komisi X DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2013) malam.

Selain itu, kriteria lain sasaran implementasi kurikulum 2013 adalah kesiapan distribusi yaitu keterjangkauan distribusi buku dan kriteria berbasis propinsi.

"Cakupan tersebut turun dari rencana semula 102.453 sekolah menjadi 6.325 sekolah," ungkapnya.

Secara rinci sasaran implementasi kurikulum 2013 yaitu SD sebanyak 2.598 sekolah, SMP sebanyak 1.436 sekolah, SMA 1.270 sekolah, dan SMK sebanyak 1.021 sekolah.

"Jumlah guru total sebanyak 55.762 dan siswa sebanyak 1.570.337 siswa. Sementara jumlah buku (kurikulum 2013) sebanyak 9.767.280 buku," ungkapnya.

Dari jumlah total tersebut, pemerintah telah memetakan berdasarkan propinsi. Sementara terkait penyiapan dokumen kurikulum sudah seluruhnya selesai disiapkan pemerintah.

Yaitu ada 11 produk dokumen kurikulum yang disiapkan, yaitu naskah akademik, rasional pengembangan kurikulum, pedoman implementasi kurikulum, standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian.

Kemudian kompetensi inti dan kompetensi dasar SD/MI, kompetensi inti dan kompetensi dasar SMP/MTs, kompetensi inti dan kompetensi dasar SMA/MA, kompetensi inti dan kompetensi dasar SMK/MAK.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(iqb/fjp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%