detikcom
Senin, 20/05/2013 22:07 WIB

Selisih 23 Suara, Romi-Harno Menangkan Kursi Wali/Wawali Kota Palembang

Prins David Saut - detikNews
Gedung MK (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Setelah kalah selisih sebanyak 8 suara saja, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Romi Herton-Harno Joyo unggul 23 suara dari pasangan calon nomor urut 3, Sarimuda-Nelly Rasdiana. Hal ini diputus lewat sidang di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Mengabulkan permohonan Pemohon untuk sebagian," ucap Ketua MK Akil Mochtar saat membacakan amar putusan di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (20/5/2013). Putusan ini sesuai apa yang dimohonkan Romi-Harno.

Hasil ini didapat setelah MK melakukan pemeriksaan dan penghitungan terhadap lima kotak suara dari empat kelurahan. Lima kotak suara yang diperiksa oleh MK ialah TPS 13 Kelurahan Karya Jaya, TPS 5 Kelurahan Talang Semut, TPS 20 Kelurahan Talang Aman, serta TPS 3 dan TPS 13 Kelurahan Suka Jaya.

Dalam putusannya, Mahkamah berpendapat, terdapat kesalahan atau kekeliruan dalam rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilukada Kota Palembang Tahun 2013 yang secara signifikan memengaruhi perolehan suara dan peringkat perolehan suara masing-masing pasangan calon.

Dengan demikian, MK menyatakan, total perolehan suara yang benar untuk masing-masing calon adalah sebagai berikut:

Pasangan Mularis Djahri-Husni Thamrin memperoleh 97.809 suara
Pasangan Romi Herton-Harno Joyo memperoleh 316.919 suara
Pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana memperoleh 316.896 suara

Sebelumnya, KPU Kota Palembang menyatakan perolehan masing-masing pasangan calon adalah sebagai berikut:

Pasangan Mularis Djahri-Husni Thamrin memperoleh 97.810 suara
Pasangan Romi Herton-Harno Joyo 316.915 suara
Pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana sejumlah 316.923 suara.

Untuk selanjutnya, putusan ini akan menjadi dasar bagi KPU Kota Palembang untuk menerbitkan surat keputusan baru terkait hasil Pemilukada Kota Palembang 2013.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(asp/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
52%
Kontra
48%