Senin, 20/05/2013 19:31 WIB

KPK Bidik Dugaan Korupsi Miliaran di Ditjen Kebudayaan Kemdikbud

Nur Khafifah - detikNews
Jakarta - KPK sudah melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi di Ditjen Kebudayaan. Jadi, apa yang disampaikan Itjen Kemdikbud soal dugaan korupsi itu, sebenarnya sudah ditelusuri KPK.

"Masih melakukan verivikasi data dulu," jelas Ketua KPK Abraham Samad usai 'Peluncuran Pedoman Multidoor untuk Pidana Korporasi' di Hotel Le Meridien, Jl Sudirman, Jakarta, Senin (20/5/2013).

Menurut Samad, tanpa diminta Irjen Kemdikbud Haryono Umar, kalau misalnya ada petinggi-petinggi diduga melakukan korupsi, KPK akan melakukan investigasi.

"Dan lebih baik misalnya Irjen Kemdikbud memberikan data-data terkait kasus dugaan korupsi tersebut," jelasnya.

Dugaan korupsi di Ditjen Kebudayaan itu berdasarkan laporan dari Itjen Kemdikbud. Data penyimpangan itu mencapai miliaran rupiah. Modusnya dari penunjukan langsung dalam proyek pentas gebyar seni hingga pengadaan buku.




Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(kff/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
31%
Kontra
69%