Senin, 20/05/2013 18:12 WIB

Terancam Dipecat dari DPR, Sukur Nababan: Saya Bukan Tukang Bolos

M Iqbal - detikNews
Sukur Nababan/dpr go.id
Jakarta - Anggota Komisi VI FPDIP Sukur Nababan terancam dipecat karena lebih dari 6 kali tak hadir rapat paripurna. Sukur menegaskan dirinya sakit dan sudah menyerahkan surat itu kepada fraksi dan Badan Kehormatan (BK) DPR.

"Saya sudah jelaskan semua, cek semua absen. Saya bilang saya bukan tukang bolos, saya tidak pernah absen tanpa berita (keterangan)," kata Sukur Nababan kepada detikcom, Senin (20/5/2013). Sukur sendiri tampak hadir dalam sidang paripurna pagi tadi.

Menurutnya, ia mengalami sakit yang membuatnya tak bisa beraktivitas sebagai anggota DPR. Surat keterangan sakit dari Rumah Sakit di Singapura dan Malaysia pun sudah diserahkan kepada fraksi dan BK.

"Ada surat di fraksi yang menyatakan saya benar sakit termasuk izin dari fraksi. Surat izin itu juga sudah diberikan kepada BK tapi mereka bilang terlambat, saya akui staf saya salah tidak menyerahkan surat itu ke BK. Tapi kalau saya salah secara administrasi, silakan hukum konteks adiministrasi," ungkapnya.

Namun menurutnya, kalau hanya karena surat yang terlambat diserahkan ke BK bukan berarti dia tak hadir tanpa keterangan dan pantas dipecat. Ia juga mengaku sudah dipanggil BK dan mengklarifikasi ketidakhadirannya karena sakit itu.

"Jadi kalau saya anggota DPR brengsek ya habisi, tapi kalau saya benar dan tak meninggakan tanggungjawab, saya paham kehadiran dan itu jadi sebuah kewajiban," ucapnya.

"Bagi saya nggak masalah keluar dari DPR, tapi dengan cara yang benar. Tapi saya punya bukti bahwa saya sakit dan saya sudah mengklarifikasi hal itu," imbuh politisi PDIP itu.

Sebelumnya, BK DPR akan menggelar rapat pleno untuk menyampaikan kesimpulan BK atas absensi Sukur Nababan yang telah lebih dari 6 kali tak hadir rapat paripurna. BK telah mengklarifiikasi hal itu kepada Sukur.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(iqb/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
36%
Kontra
64%