detikcom
Senin, 20/05/2013 16:48 WIB

Siswi SMP di Tangerang Diduga Diperkosa Teman Sekolah

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tangerang diduga menjadi korban perkosaan. Pelaku adalah teman pria satu sekolahnya yang berinisial IM.

"Pelaku disangkakan Pasal 81 UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/5/2013).

Rikwanto menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada tanggal 1 Mei 2013. Dalam laporan bernomor LP/B/424/V/2013/PMJ/Restro Tangerang Kota, ibunda korban yang melaporkan kasus anaknya itu ke Polresta Tangerang Kota.

Diceritakan, awal mula perkosaan itu terungkap ketika ibunda korban mendapati korban sepulang sekolah dalam keadaan wajahnya memar. Kepada ibunda, korban kemudian menceritakan bahwa ia diajak main ke rumah pelaku di Kelurahan Sudimara, Ciledug, Tangerang dengan naik motor.

"Korban diajak dengan dipaksa naik motor oleh pelaku yang merupakan temannya ke rumahnya," kata dia.

Sesampainya di rumah pelaku, korban lalu dipukuli oleh pelaku dan ditarik roknya ketika hendak pulang. "Roknya ditarik sampai robek," ujar dia.

Tidak berhenti di situ, korban lalu menceritakan peristiwa perkosaan yang dialaminya sebelum kejadian tersebut. Perkosaan itu dilakukan pada tanggal 1 Mei 2013 pukul 13.00 WIB di rumah pelaku.

"Ibunya tidak terima anaknya diperlakukan demikian, kemudian melapor. Kasusnya diproses di Polres Tangerang," tutup Rikwanto.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mei/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%