detikcom
Senin, 20/05/2013 15:57 WIB

Pilgub Jateng

Massa Kampanye Ganjar-Heru Saling Lempar, Plt Walkot Semarang Lompat Pagar

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Semarang - Sempat terjadi keributan antar massa dalam kampanye terbuka pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko di Lapangan Tri Lomba Juang, Semarang, saat kelompok rock T.R.I.A.D mulai beraksi di panggung. Plt Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, ikut turun panggung untuk meredakan keributan yang terjadi.

Tidak jelas apa masalahnya, tiba-tiba dari tengah kerumunan penonton beterbangan sendal, botol minuman, potongan bambu dan barang lainnya. Ini terjadi tidak lama setelah band rock yang dipimpin Ahmad Dani ini melantunkan lagu pertama mereka di atas panggung kampanye, Senin (20/5/2013).

Melihat peristiwa tersebut, Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang baru saja naik panggung bergegas turun dan melompati pagar yang membatasi panggung dan kerumunan simpatisan. Dia langsung menuju titik keributan dan memisahkan kelompok massa yang saling lempar.

"Kalau musik main lagi ojo padu yo (jangan bertengkar). Peace, bro," seru Ganjar dari atas pangggung.

Selain meminta tidak rusuh, pria berambut putih itu juga meminta para pendukungnya memulai begerilya untuk mencegah money politic.

"Jaga TPS, coba bergerilya. Sekarang ini yang tidak suka pasangan Ganjar-Heru mulai menggerogoti kalian (simpatisan)," tandasnya.

Kampanye terbuka tersebut dihadiri oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, dan Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Kampanye dimeriahkan sejumlah artis seperti band T.R.I.A.D, Doyok, Tessi dan Kadir.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(alg/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
65%
Kontra
35%