Senin, 20/05/2013 15:35 WIB

7 Pesan SBY untuk Calon KSAD Letjen Moeldoko

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Presiden SBY menunjuk Letjen Moeldoko menggantikan Jenderal Pramono Edhie Wibowo sebagai KSAD. Ada tujuh pesan yang disampaikan oleh SBY untuk Letjen Moeldoko, mulai dari alutista hingga netralitas dalam Pemilu dan Pilpres 2014.

"Beliau ada arahan antara lain tujuh butir kepada saya sebagai KSAD yang akan digantikan Pak Muldoko. Di antaranya kepemimpinan TNI saat
ini sudah berada pada jalan yang benar, beliau meminta dilanjutkan," ujar Pramono Edhie di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/5/2013).

Dua, TNI yang diharapkan rakyat adalah TNI yang profesional. Perlu ada kemantapan mengemban tugas dan agar
dilanjutkan, ditingkatkan dan disempurnakan termasuk modernisasi alutsista khususnya Angkatan Darat.

"Kesejahteraan prajurit dan keluarganya seiring dengan apa yang dilakukan pemerintah dengan gaji yang mengikuti perkembangan ekonomi. Perumahan, pendidikan dan pembangunan markas TNI," imbuhnya tentang pesan ke tiga.

Empat, kekuatan TNI itu adanya kedekatan dan kebersamaan dengan rakyat. Lima, penting untuk menjaga kekompakan internal TNI AD, TNI
dengan rakyat, TNI darat, laut dan udara juga dengan Kepolisian.

"Mungkn ini perlu dalam memberikan bantuan kepada Kepolisian agar tidak terkendala," jelasnya.

Enam, agar langkah-langkah dalam penertiban dan pengadaan alutsista dan keuangannya harus dilaksanakan secara transparan, terbuka sehingga
tidak ada kesan penggunaan anggaran yang tidak tepat.

"Terakhir menghadapi Pemilu 2014 presiden menekankan TNI AD yang netral dan tidak berpolitik praktis. Sebetulnya ini sudah ditunjukkan pada pelaksanaan 2009. Kalau 2009 bisa, kenapa 2014 tidak bisa? Itulah tujuh poin yang disampaikan presiden kepada saya dan Letjen Muldoko," tutupnya.




Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mpr/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%
MustRead close