Senin, 20/05/2013 14:44 WIB

Bocah Ambon Korban Peluru Nyasar, Meninggal Dunia di Makassar

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar, - Siswanto, bocah berusia 12 tahun ini, korban peluru nyasar asal Kab. Buru Selatan, Maluku, pagi ini meninggal dunia di RS DR Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Siswanto meninggal sebelum tim dokter bedah syaraf melakukan operasi pengangkatan proyektil dari kepalanya.

Siswa kelas dua Madrasah Tsanawiyah Namlea ini terkena peluru nyasar di kepalanya pada sabtu lalu (18/5), saat sedang bermain game bersama kawan-kawannya di rumah pamannya. Siswanto tersungkur setelah tertembus peluru di kepalanya yang meluncur dari arah plafon.

Sebelumnya Siswanto sempat dilarikan ke Rumah Sakit Namlea untuk pertolongan pertama, setelah itu Siswanto kemudian dirujuk lagi ke RS Dr Latumeten, Ambon.

Karena peralatan medis di RS Latumeten terbatas, akhirnya Siswanto diterbangkan ke Makassar untuk menjalani operasi pengangkatan proyektil di RS Wahidin Sudirohusodo.

Saat ini jenazah korban sudah tiba di Ambon, setelah diterbangkan dengan menggunakan pesawat Lion Air JT-786, sekitar 12.20 Wita dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Fatma, tante korban yang dihubungi detikcom menyebutkan keluarga besar Siswanto meminta aparat kepolisian segera mengungkap kasus peluru nyasar yang menewaskan keponakannya itu.

"Rencananya jenazah Siswanto akan dimakamkan pada Selasa besok di kampung halaman kami di Desa Biloro, Kec. Kepala Madan, Kab. Buru Selatan, Maluku," ujar Fatma.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mna/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
86%
Kontra
14%