Detik.com News
Detik.com
Senin, 20/05/2013 14:24 WIB

SBY Pilih Letjen Moeldoko Sebagai KSAD Pengganti Pramono Edhie

Mega Putra Ratya - detikNews
SBY Pilih Letjen Moeldoko Sebagai KSAD Pengganti Pramono Edhie Letjen Moeldoko (Mega/ detikcom)
Jakarta - TNI AD memiliki kepala staf baru sebagai pengganti Jenderal Pramono Edhie yang memasuki masa pensiun. Penggantinya adalah Letjen TNI Moeldoko yang saat ini menjabat sebagai Wakil KSAD.

"Saya telah memilih dan usulkan Letjen Moeldoko, sekarang Wakil KSAD gantikan Pramono Edhie," tutur Presiden SBY dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2013).

Setijab akan dilakukan tanggal 22 Mei 2013. Kepada Moeldoko, SBY sudah memberikan pesan-pesan agar TNI AD semakin baik.

"Tentu saya telah memberikan pesan-pesan pada KSAD baru agar AD tumbuh jadi tentara profesional, kapabel dan kian dekat dengan rakyat," kata SBY.

Pengganti Moeldoko kemungkinan adalah Dankodiklat TNI AD Letjen TNI Gatot Nurmantyo. Gatot juga terlihat dipanggil SBY ke Kantor Presiden berbarengan dengan Moeldoko hari ini.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(gah/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%