Senin, 20/05/2013 14:24 WIB

SBY Pilih Letjen Moeldoko Sebagai KSAD Pengganti Pramono Edhie

Mega Putra Ratya - detikNews
Letjen Moeldoko (Mega/ detikcom)
Jakarta - TNI AD memiliki kepala staf baru sebagai pengganti Jenderal Pramono Edhie yang memasuki masa pensiun. Penggantinya adalah Letjen TNI Moeldoko yang saat ini menjabat sebagai Wakil KSAD.

"Saya telah memilih dan usulkan Letjen Moeldoko, sekarang Wakil KSAD gantikan Pramono Edhie," tutur Presiden SBY dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2013).

Setijab akan dilakukan tanggal 22 Mei 2013. Kepada Moeldoko, SBY sudah memberikan pesan-pesan agar TNI AD semakin baik.

"Tentu saya telah memberikan pesan-pesan pada KSAD baru agar AD tumbuh jadi tentara profesional, kapabel dan kian dekat dengan rakyat," kata SBY.

Pengganti Moeldoko kemungkinan adalah Dankodiklat TNI AD Letjen TNI Gatot Nurmantyo. Gatot juga terlihat dipanggil SBY ke Kantor Presiden berbarengan dengan Moeldoko hari ini.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gah/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%