Senin, 20/05/2013 13:33 WIB

Sidang Bioremediasi Chevron

Kubu Terdakwa Curiga Saksi Ahli Berbohong Soal Riwayat Akademis

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Kuasa hukum tim leader produksi Sumatera Lights South (SLS) Kukuh Kertasafari mencurigai kemampuan akedemik saksi ahli Edison Effendy. Bahkan Edison dipertanyakan kebenarannya pernah berkuliah di ITB.

Kejadian ini terjadi dalam siadang lanjutan kasus dugaan korupsi bioremediasi di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (20/5/2013).

"Apa ahli pernah belajar di ITB?" tanya kuasa hukum Maqdir Ismail.

"Pernah S2 dan S3," jawab Edison.

"Nanti saya tunjukan surat keterangan tidak pernah berkuliah S1 di ITB," tegas Maqdir yang tetap dibantah oleh Edison.

Dalam persidangan ini, kubu Kukuh justru lebih banyak mempertanyakan mengenai proses pemeriksaan Edison. Meski hendak didengar dalam kapasitasnya sebagai seoang ahli, namun Edison justru lebih sering menjawab pertanyaan di luar akademis.

Beberapa kali jawaban Edison juga memancing emosi kuasa hukum. Pasalnya Edison sering kali menjawab dengan seenaknya. Seperti contoh saat Edison diminta menjelaskan salah satu teori bioremidasi dari belasan teori yang ia ketahui.

"Maaf saya nggak ada waktu untuk menjelaskan," tegasnya.

Ada yang menarik dalam sidang kali ini. Terdakwa Kukuh dalam persidangan memakai baju lapangan Chevron berwarna biru. Dan saat Edison diperiksa, tiga anggota polisi terlihat duduk berjaga di belakang deretan kursi kuasa hukum. Perlakuan yang tidak biasa saat sidang digelar.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mok/asp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%