Senin, 20/05/2013 12:13 WIB

Korban Longsor Gugat PT Freeport Rp 1,1 Triliun

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Korban longsor tambang bawah tanah Big Gossan menggugat PT Freeport Indonesia (PTFI). Tak tanggung-tanggung, kecelakaan kerja yang disebut terburuk ini digugat Rp 1,1 triliun

"Kami merasa ini tragedi kecelakaan kerja paling buruk dalam sejarah negara kita dan kami minta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membatalkan kontrak kerja PT Freeport, dan melarang penambangan PT Freeport di Indonesia," kata pengacara korban, Habiburokhman saat mendaftarkan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jalan Gadjah Mada, Senin (20/5/2013).

Habiburokhman menjadi kuasa hukum korban Arief Puoyono dan Setya Wijayantara. Dalam gugatannya, PT Freeport telah lalai menjalankan kewajibannya memenuhi Keselamatan, Keamanan, dan Kesehatan kerja (K3) sehingga terjadi kecelakaan longsor terowongan pada Selasa (14/5) lalu.

"Pengabaian K3 adalah pelanggaran serius terhadap pasal 86 UU No 13/2003 tentang ketenagakerjaan dan pasal 5 PP No 50/2012 tentang sistem K3," ujar Habibburokhman.

Atas nama Federasi Serikat Pekerja BUMN, pemohon meminta PN Jakpus membatalkan kontrak karya PT Freeport, menghentikan penambangan di Indonesia, memberikan santunan masing-masing Rp 25 miliar untuk korban selamat dan Rp 50 miliar untuk korban meninggal sejumlah 11 orang. Total gugatan Rp 1,175 triliun. Jumlah ini belum ditambah dengan bertambahnya korban yang meninggal pagi ini sebanyak 3 orang.

"Kita lihat British Petroleum di Amerika dilarang beroperasi karena kecelakaan kerja di Teluk Meksiko. Hal yang sama juga kami minta di sini," ujar Habiburokhman.

Seperti yang diketahui, longsor terowongan di PT Freeport membuat 38 pekerja terperangkap dan sebagian besar telah dievakuasi. Korban tewas akibat kecelakaan ini telah mencapai 14 orang.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(vid/asp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close