detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:48 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 20/05/2013 10:14 WIB

Setelah Dahlan Iskan, Kini Mahfud MD Jadi Bintang Iklan Jamu

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Sejumlah kandidat capres mulai muncul lewat berbagai media termasuk televisi. Beberapa bahkan menjadi bintang iklan sejumlah produk, dua di antaranya menjadi bintang iklan jamu.

Salah satunya adalah eks Ketua MK Mahfud MD. Mahfud yang tak malu lagi mengungkap kesiapannya nyapres mulai muncul di sejumlah stasiun televisi swasta menjadi bintang iklan jamu anti masuk angin berskala nasional.

Mahfud tak memungkiri bisa saja ada implikasi peningkatan elektabilitas karena muncul di iklan jamu tersebut. "Hahaha mungkin ada implikasinya ke situ tapi itu kontrak komersial biasa yang honornya 100% saya sumbangkan ke Lazis," kata Mahfud saat dikonfirmasi detikcom, Senin (20/5/2013).

Di dalam iklan yang berdurasi tak sampai semenit tersebut Mahfud mengiklankan produk perusahaan jamu Bintang Toedjoe. "Orang bejo sering mengalahkan orang pintar," katanya.

Mahfud bukan yang satu-satunya capres yang mengiklankan jamu masuk angin. Beberapa waktu lalu, sampai kini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dipilih salah satu produsen jamu nasional untuk menjadi bintang iklan di salah satu produk jamunya.

Dahlan dipilih karena dianggap merupakan sosok yang dicintai oleh masyarakat. Dahlan melakukan syuting di sejumlah negara untuk mengiklakan jamu masuk angin tersebut. Karena produk ini akan dipasarkan di negara-negara Eropa seperti Belanda, Inggris dan Jerman mulai 2013.

Kepala Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi menjelaskan, meskipun Dahlan adalah seorang menteri, tetapi Dahlan tidak melanggar peraturan dengan menjadi bintang klan. Menurutnya, ada beberapa pejabat publik yang pernah menjadi bintang iklan seperti Marzuki Alie, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan mantan Menteri BUMN Sofyan Djalil.

"Enggaklah, Pak Marzuki Alie di Maspion, Pak Sofyan Djalil pernah mempromosikan InHealth. Terus Pak Gita Wirjawan di Astra," tutur Faisal kepada detikFinance, Sabtu (2/3/2013).

Faisal juga menegaskan, sebagai bintang iklan, Dahlan sama sekali tidak dibayar. "Pak Dahlan enggak dibayar," katanya.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(van/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
MustRead close