detikcom
Senin, 20/05/2013 10:14 WIB

Setelah Dahlan Iskan, Kini Mahfud MD Jadi Bintang Iklan Jamu

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Sejumlah kandidat capres mulai muncul lewat berbagai media termasuk televisi. Beberapa bahkan menjadi bintang iklan sejumlah produk, dua di antaranya menjadi bintang iklan jamu.

Salah satunya adalah eks Ketua MK Mahfud MD. Mahfud yang tak malu lagi mengungkap kesiapannya nyapres mulai muncul di sejumlah stasiun televisi swasta menjadi bintang iklan jamu anti masuk angin berskala nasional.

Mahfud tak memungkiri bisa saja ada implikasi peningkatan elektabilitas karena muncul di iklan jamu tersebut. "Hahaha mungkin ada implikasinya ke situ tapi itu kontrak komersial biasa yang honornya 100% saya sumbangkan ke Lazis," kata Mahfud saat dikonfirmasi detikcom, Senin (20/5/2013).

Di dalam iklan yang berdurasi tak sampai semenit tersebut Mahfud mengiklankan produk perusahaan jamu Bintang Toedjoe. "Orang bejo sering mengalahkan orang pintar," katanya.

Mahfud bukan yang satu-satunya capres yang mengiklankan jamu masuk angin. Beberapa waktu lalu, sampai kini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dipilih salah satu produsen jamu nasional untuk menjadi bintang iklan di salah satu produk jamunya.

Dahlan dipilih karena dianggap merupakan sosok yang dicintai oleh masyarakat. Dahlan melakukan syuting di sejumlah negara untuk mengiklakan jamu masuk angin tersebut. Karena produk ini akan dipasarkan di negara-negara Eropa seperti Belanda, Inggris dan Jerman mulai 2013.

Kepala Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi menjelaskan, meskipun Dahlan adalah seorang menteri, tetapi Dahlan tidak melanggar peraturan dengan menjadi bintang klan. Menurutnya, ada beberapa pejabat publik yang pernah menjadi bintang iklan seperti Marzuki Alie, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan mantan Menteri BUMN Sofyan Djalil.

"Enggaklah, Pak Marzuki Alie di Maspion, Pak Sofyan Djalil pernah mempromosikan InHealth. Terus Pak Gita Wirjawan di Astra," tutur Faisal kepada detikFinance, Sabtu (2/3/2013).

Faisal juga menegaskan, sebagai bintang iklan, Dahlan sama sekali tidak dibayar. "Pak Dahlan enggak dibayar," katanya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(van/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%