detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 13:02 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 20/05/2013 10:00 WIB

Sosok Darin Mumtazah Pelajar yang Diperiksa Terkait Luthfi Masih Misterius

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Darin Mumtazah, tak datang saat KPK memanggilnya untuk diperiksa sebagai saksi untuk Luthfi Hasan. Pastinya, pelajar SMA itu bukan anak Luthfi. Dia dipanggil KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus pencucian uang. Ada hubungan apa Darin dan Luthfi?

"Saya nggak tahu. Nanti saya tanyakan," kata pengacara Luthfi, M Assegaf saat dikonfirmasi detikcom, Senin (20/5/2013).

Assegaf mengaku dirinya juga baru mendengar nama itu. Nama Darin Mumtazah muncul dalam jadwal pemeriksaan KPK pekan lalu. Tak diketahui apa peran pelajar ini dalam kasus pencucian uang Luthfi. Status dia masih saksi.

Darin tak memenuhi panggilan KPK pada pekan lalu. Tak ada alasan jelas yang disampaikan pihak Darin. Belum ada yang tahu siapa Darin ini dan apa kaitan dia dengan Luthfi.

Saat ditanya soal Darin, Luthfi juga menolak menjawab. Jumat (17/5) dia hanya mengangkat bahu.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ndr/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%