Detik.com News
Detik.com
Senin, 20/05/2013 10:00 WIB

Sosok Darin Mumtazah Pelajar yang Diperiksa Terkait Luthfi Masih Misterius

Indra Subagja - detikNews
Sosok Darin Mumtazah Pelajar yang Diperiksa Terkait Luthfi Masih Misterius
Jakarta - Darin Mumtazah, tak datang saat KPK memanggilnya untuk diperiksa sebagai saksi untuk Luthfi Hasan. Pastinya, pelajar SMA itu bukan anak Luthfi. Dia dipanggil KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus pencucian uang. Ada hubungan apa Darin dan Luthfi?

"Saya nggak tahu. Nanti saya tanyakan," kata pengacara Luthfi, M Assegaf saat dikonfirmasi detikcom, Senin (20/5/2013).

Assegaf mengaku dirinya juga baru mendengar nama itu. Nama Darin Mumtazah muncul dalam jadwal pemeriksaan KPK pekan lalu. Tak diketahui apa peran pelajar ini dalam kasus pencucian uang Luthfi. Status dia masih saksi.

Darin tak memenuhi panggilan KPK pada pekan lalu. Tak ada alasan jelas yang disampaikan pihak Darin. Belum ada yang tahu siapa Darin ini dan apa kaitan dia dengan Luthfi.

Saat ditanya soal Darin, Luthfi juga menolak menjawab. Jumat (17/5) dia hanya mengangkat bahu.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ndr/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%