detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 02:52 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 20/05/2013 09:33 WIB

Cabuli Anak Laki-laki, Pria 45 Tahun Divonis Penjara 2 Tahun

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
Singapura - Seorang agen real estate di Singapura divonis 2 tahun penjara atas kasus pencabulan. Pria berusia 45 tahun ini mencabuli seorang anak laki-laki berusia 13 tahun di rumahnya.

S Subramaniam meraba kemaluan remaja tersebut setelah mengundangnya datang ke apartemennya di Yishun. Dalam persidangan terungkap bahwa Subramaniam tetap memaksakan kehendaknya meski si ABG telah menolaknya.

Seperti dilansir Asia One, Senin (20/5/2013), kasus ini berawal ketika korban dan sepupunya yang berumur 14 tahun diajak berkunjung ke kediaman Subramaniam pada Desember 2011 lalu. Subramaniam berdalih hendak mengajak mereka menonton video.

Namun ketika sepupu korban jatuh tertidur, Subramaniam mulai mencabuli korban. Dia memasukkan tangannya ke dalam celana dalam korban dan meraba alat kelamin korban.

Atas vonis 2 tahun ini, Subramaniam merasa keberatan dan berencana mengajukan banding.

Terungkap juga dalam persidangan, Subramaniam pernah terjerat kasus yang sama beberapa tahun sebelumnya. Pada tahun 1998 lalu, Subramaniam divonis 6 bulan penjara karena mencabuli remaja laki-laki berusia 14 tahun.

Kemudian pada tahun 2000, Subramaniam kembali terjerat pidana dan divonis 1 tahun penjara serta hukuman cambuk sebanyak 3 kali. Kali ini, Subramaniam dinyatakan bersalah atas pencabulan seorang remaja berusia 17 tahun.

Tahun ini, Subramaniam lagi-lagi terjerat kasus yang sama dan hukumannya lebih berat karena dia mengulangi perbuatannya. "Saya rasa Anda membutuhkan bantuan, mungkin psikiater, tapi semuanya terserah Anda untuk memutuskan," ucapnya kepada Subramaniam.

Untuk sementara, Subramaniam bebas setelah membayar jaminan sebesar 30 ribu dolar Singapura, sembari menunggu dimulainya proses banding ke pengadilan tinggi.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nvc/ita)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%