Detik.com News
Detik.com

Senin, 20/05/2013 09:33 WIB

Cabuli Anak Laki-laki, Pria 45 Tahun Divonis Penjara 2 Tahun

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Cabuli Anak Laki-laki, Pria 45 Tahun Divonis Penjara 2 Tahun Ilustrasi
Singapura - Seorang agen real estate di Singapura divonis 2 tahun penjara atas kasus pencabulan. Pria berusia 45 tahun ini mencabuli seorang anak laki-laki berusia 13 tahun di rumahnya.

S Subramaniam meraba kemaluan remaja tersebut setelah mengundangnya datang ke apartemennya di Yishun. Dalam persidangan terungkap bahwa Subramaniam tetap memaksakan kehendaknya meski si ABG telah menolaknya.

Seperti dilansir Asia One, Senin (20/5/2013), kasus ini berawal ketika korban dan sepupunya yang berumur 14 tahun diajak berkunjung ke kediaman Subramaniam pada Desember 2011 lalu. Subramaniam berdalih hendak mengajak mereka menonton video.

Namun ketika sepupu korban jatuh tertidur, Subramaniam mulai mencabuli korban. Dia memasukkan tangannya ke dalam celana dalam korban dan meraba alat kelamin korban.

Atas vonis 2 tahun ini, Subramaniam merasa keberatan dan berencana mengajukan banding.

Terungkap juga dalam persidangan, Subramaniam pernah terjerat kasus yang sama beberapa tahun sebelumnya. Pada tahun 1998 lalu, Subramaniam divonis 6 bulan penjara karena mencabuli remaja laki-laki berusia 14 tahun.

Kemudian pada tahun 2000, Subramaniam kembali terjerat pidana dan divonis 1 tahun penjara serta hukuman cambuk sebanyak 3 kali. Kali ini, Subramaniam dinyatakan bersalah atas pencabulan seorang remaja berusia 17 tahun.

Tahun ini, Subramaniam lagi-lagi terjerat kasus yang sama dan hukumannya lebih berat karena dia mengulangi perbuatannya. "Saya rasa Anda membutuhkan bantuan, mungkin psikiater, tapi semuanya terserah Anda untuk memutuskan," ucapnya kepada Subramaniam.

Untuk sementara, Subramaniam bebas setelah membayar jaminan sebesar 30 ribu dolar Singapura, sembari menunggu dimulainya proses banding ke pengadilan tinggi.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/ita)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%