Detik.com News
Minggu, 19/05/2013 22:50 WIB

Suriah menggempur kota pemberontak

BBCIndonesia.com - detikNews
Qusair

Kota Qusair sudah dikepung tentara pemerintah Suriah sejak dua pekan lalu.

Tentara pemerintah Suriah melancarkan operasi untuk merebut kembali kota Qusair yang dikuasai pemberontak.

Kota di Suriah barat itu telah dikepung dalam dua pekan terakhir.

Televisi pemerintah mengatakan dalam pengepungan ini 70 tentara pemberontak tewas sementara balai kota telah direbut.

Para aktivis mengatakan 30 orang tewas, banyak di antaranya pejuang pemberontak.

Muncul sejumlah laporan sekutu Suriah di Lebanon, Hizbullah, bergabung dengan tentara pemerintah di pertempuran ini, sementara militan Sunni Lebanon mendukung pemberontak.

Kota Qusair dinilai penting karena menghubungkan Damaskus dengan kubu-kubu propemerintah di kawasan pantai sementara bagi pemberontak Qusair adalah pintu masuk ke Lebanon.

Assad tak akan mundur

Dalam perkembangan terkait, Presiden Bashar al-Assad mengatakan masyarakat internasional semestinya memusatkan perhatian untuk menghentikan aliran dana dan senjata ke pemberontak.

Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan surat kabar Argentina, Clarin, dan dianggap sebagai reaksi dari pengumuman Rusia dan Amerika Serikat bahwa mereka akan menggelar konferensi tentang Suriah di Jenewa bulan Juni.

Dalam konferensi ini Rusia dan AS mencoba untuk menghadirkan pemerintah dan pemberontak Suriah.

Assad juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan turun hingga pemilihan presiden tahun depan.

"Nakhoda tidak meninggalkan kapal saat badai menghadang," kata Presiden Assad.

(bbc/bbc)

  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%