detikcom
Minggu, 19/05/2013 13:34 WIB

Tak Hanya Sita Motor, Polisi Juga akan Tahan Pebalap Liar

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menindak tegas pelaku balapan liar. Polisi tidak hanya akan menahan motor pelaku, tetapi juga akan menahan si pebalap itu sendiri bila tertangkap melakukan aksi balapan liar atau kebut-kebutan.

"Kita upayakan cara-cara yang lebih keras dengan menahan kendaraannya. Tidak hanya menyita SIM-nya, orangnya juga akan kita tahan dan kita keluarkan kalau dijemput orangtuanya," kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Sambodo kepada wartawan, Minggu (19/5/2013).

Sambodo mengatakan, peringatan keras ini bertujuan untuk membuat si pelaku jera. Sebab, aksi kebut-kebutan dan balapan liar kini bukan hanya meresahkan warga, tetapi dapat membahayakan keselamatan.

"Ini membahayakan bagi masyarakat," kata dia.

Di sisi lain, kelompok bermotor juga tidka jarang melakukan aksi kriminal bila sudah berkumpul di satu tempat. Aksi kejahatannya mulai dari perampasan hingga tawuran yang berujung pada maut.

"Tidak jarang mereka melakukan tawuran, perampasan atau tindakan kriminal lainnya," tuturnya.





Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%