detikcom
Minggu, 19/05/2013 09:26 WIB

Takut Tak Lulus UN, Siswi SMP Tewas Gantung Diri

Hendrik I Raseukiy - detikNews
Depok - Kekhawatiran yang berlebihan tidak lulus Ujian Nasional (UN), membuat Fanny (17) putus asa dan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Diduga Fanny melakukan aksi bunuh diri karena takut tak lulus UN.

"Anak perempuan saya duduk di bangku pendidikan kelas 3 SMP PGRI ini baru selesai ujian UN, tinggal tunggu hasil kelulusan," ujar ibu korban Yeni di Perumahan Reni Jaya, Depok, Jawa Barat, Minggu (19/5/2013).

Tubuh Fanny dijumpai Yeni dengan posisi tergantung dengan leher terlilit kain selendang warna coklat yang terikat di plafon langit-langit kamar korban. Fanny yang memakai baju tidur ditemukan Sabtu 18 Mei sekitar pukul 06.00 WIB.

Yeni mengakui keuangan keluarganya sedang mengalami kesusahan karena suaminya sudah tua dan sakit-sakitan. Keluarga tak menyangka anak yang memiliki sifat peduli dan rajin ini akan mengakhiri hidupnya secara tragis. Padahal, malam sebelum kejadian, Fanny sempat berbincang dengan teman-temannya.

Fanny berencana bila tidak lulus UN akan ikut ujian paket C. Namun dia tidak yakin nilai paket C dapat melanjutkan ke sekolah negeri. Fanny, kata Yeni, sangat rajin bersekolah. Dia ingin melanjutkan ke SMK dengan alasan SMK adalah sekolah yang mengajarkan ketrampilan.

Dia berniat akan bekerja selesai sekolah untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga. "Tapi dia juga ragu bisa di SMK karena di Depok SMK negeri sedikit, yang ada swasta. Apakah kami mampu bayar biaya sekolah swasta," sebut Yeni dengan mata berkaca-kaca.

"Sekarang bapaknya tidak bekerja karena sudah tua. Untuk biaya keluarga ditopang oleh anak saya nomor satu. Mungkin karena alasan itu ini dia jadi khilaf," lanjut Yeni.

Aparat Polsek Sawangan telah melakukan olah TKP, dan memastikan Fanny tewas karena gantung diri. Tidak ada tindak kekerasan di tubuh korban. Keluarga tidak bersedia divisum, jenazah Fanny langsung dikebumikan di TPU setempat.

"Tidak jadi dibawa ke RS Polri Kramatjati, karena keluarga tidak bersedia. Setelah dibuatkan surat pernyataan, jenazah diserahkan kepada keluarga," kata Wakapolsek Sawangan AKP Hendro kepada wartawan.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rvk/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%