detikcom
Sabtu, 18/05/2013 22:49 WIB

Ahok: Senin, Kita Polisikan & Kosongkan Bangunan Pengusaha Waduk Pluit

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama mengendus ada pengusaha yang 'mengail di air keruh' dalam polemik warga Waduk Pluit. Senin 20 Mei besok, dirinya akan mengosongkan tempat pengusaha itu.

"Jadi yg perlu kita kosongkan itu bukan Waduk Pluit sebelah kanannya, tapi yang dikuasai pengusaha yang namanya Tedi itu," kata Ahok usai acara bincang santai bersama Rosiana Silalahi di UIN Syarif Hidayatullah, Jl Ir H Juanda, Ciputat, Jakarta, Sabtu (18/5/2013).

Waduk Pluit sebelah kanan belum akan dikosongkan karena menunggu kesiapan rusun yang akan selesai dua tahun lagi. Sementara bagian waduk yang dikuasai pengusaha bernama Tedi tersebut, Ahok tegas akan mengosongkan.

Modus Tedi, menurut Ahok, adalah menampung warga waduk yang sebenarnya telah berkomitmen untuk relokasi. Tedi menampung mereka di bangunan miliknya.

"Dia main politik sebetulnya itu orang," ungkap Ahok.

Tedi adalah pengusaha culas yang menggalang dukungan warga agar kepentingan ilegalnya tidak ikut tergusur. Perusahaan milik Tedi, dikatakan Ahok, tidak mempunyai izin usaha (SIUP).

Ketegasan Ahok tak hanya sampai di situ. Ahok juga akan mempolisikan Tedi. "Kita udah masukkan surat (ke Kepolisian). Senin ini mau dimasukkan," pungkasnya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(dnu/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%