Detik.com News
Detik.com

Jumat, 17/05/2013 22:07 WIB

Seleksi Hakim Ad Hoc Tipikor, MA: Yang Telantarkan Anak-Istri Tak Lulus

Danu Damarjati - detikNews
Halaman 1 dari 2
Seleksi Hakim Ad Hoc Tipikor, MA: Yang Telantarkan Anak-Istri Tak Lulus Ridwan Mansyur (ari/detikcom)
Jakarta - Pendaftaran calon hakim ad hoc tindak pidana korupsi sudah dibuka sejak 13 Mei 2013. Mahkamah Agung (MA) berjanji akan memilih hakim berintegritas.

"Jangankan calon yang terindikasi kasus hukum, orang yang menelantarkan anak dan istri saja nggak lulus," kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur kepada wartawan sebelum meninggalkan Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2013).

Ridwan berujar, seleksi hakim ad hoc tipikor akan sangat ketat. Panitia Seleksi MA akan membuka pintu lebar-lebar kepada masyarakat untuk melaporkan track record calon yang nanti diumumkan. Masyarakat, media, dan LSM dimintanya untuk mengawal proses ini.

"Boleh (melaporkan), tapi jangan fitnah ya. Nanti Pengadilan Tinggi (PT) setempat akan mengecek kebenarannya. Apakah dia benar hidupnya dari siang pulang malam, pulang pagi mabuk-mabukan. Nanti PT setempat akan memverifikasinya," tuturnya.

Berkaca dari seleksi sebelumnya, MA banyak menerima laporan rekam jejak calon yang menggugurkan pencalonan. Maka MA tidak menargetkan jumlah hakim yang akan diambil dari seleksi kali ini.

"Kayak kemarin kita minta yang ikut tes 400 lebih, tapi yang lulus cuma empat orang. Nanti tergantung hasil kelulusan saja (jumlahnya)," beber Ridwan.

Untuk jumlah pendaftar yang sudah masuk hingga sekarang, Ridwan mengaku tidak tahu. Ini karena pendaftaran diterima PT setempat.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(dnu/asp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%