Jumat, 17/05/2013 20:07 WIB

Sidang Kasus Suap Impor Sapi

Transkrip LHI-Ahmad Rozi, Siapkan Data agar Impor Sapi Perlu Ditambah

Ikhwanul Habibi - detikNews
(Foto: Ikhwanul Habibi/detikcom)
Jakarta - Tersangka dugaan kasus suap pengaturan impor sapi, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) mengatur impor sapi melalui persiapan data untuk meyakinkan Kementerian Pertanian (Kementan) bahwa jumlah daging sapi dalam negeri tidak cukup. Hal ini terungkap dari percakapan LHI dengan Ahmad Rozi, pengacara Fathanah.

Rekaman percakapan antara LHI dan Ahmad Rozi ini diputar dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (17/5/2013). Sidang ini memeriksa saksi, LHI untuk terdakwa kasus suap impor sapi, pejabat PT Indoguna Utama, Arya Effendi dan Juard Effendi. Rekaman diperdengarkan beserta transkrip yang ditampilkan melalui proyektor.

LHI meminta agar Rozi menyiapkan data-data lapangan sebagai argumen agar kuota impor ditambah untuk semester awal 2013.

"Ya kebutuhan lapangan semester ini update terakhir supaya ada alasan bagi Menteri eh..untuk mengeluarkan izin baru," ujar LHI.

"He eh, jadi tolong segera supaya dia punya argumentasi untuk dijadikan landasan bahwa semester ini perlu ditambah," demikian ditegaskan kembali oleh LHI pada Rozi.

Percakapan ini terjadi antara HP bernomor 087884416017 (LHI) dan nomor 082191889839 (Ahmad Rozi) pada 29 Januari 2013, pada pukul 21:50:49 dengan durasi 1 mneit 51 detik.

Tuut tuut
9839: Sallamualaikum Wabarokatu
6017: Hallo
9839: Ya salammualaikum
6017: Salam warohmatullah
9839: Iya tad
6017: Tolong, eh tolong dikomunikasikan ke Bunda (Elda Devianne Adiningrat, red) dan ke Bu EL (Dirut PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman, red).
9839: He eh
6017: Tentang itu apa yang diminta oleh Pak Warso (Pejabat Kementan Soewarso)
9839: He eh
6017: Jadi dia minta update data tentang kebutuhan lapangan semester ini
9839: Kebutuhan lapangan semester ini gitu tad?
6017: Ya kebutuhan lapangan semester ini update terakhir supaya ada alasan bagi Menteri eh..untuk mengeluarkan izin baru
9839: Ya ya
6017: Karena Wamennya sudah mengatakan cukup!
9839: Loh, Wamen itu malah bilang perlu ditambah tad, Kuota
6017: Wamen, Wamen Perdagangan?
9839: Perdagangan, iya Wamen Perdagangan
6017: Dia minta ditambah?
9839: Iya dia minta ditambah
6017: Tapi di semes semester berikutnya
9839: Oh gitu
6017: Bukan yang sekarang, sementara maunya kan yang sekarang ini
9839: Iya iya
6017: He eh, jadi tolong segera supaya dia punya argumentasi untuk dijadikan landasan bahwa semester ini perlu ditambah
9839: He eh, he eh
6017: Diminta data lapangan
9839: Oke Stad
6017: Begitu ya
9839: Iya Stad
6017: Iya deh, mudah-mudahan yah
9839: Amin Stad
6017: Baik baik kalau bisa secepatnya minggu ini kalau bisa
9839: Baik
6017: Biar bisa segera tereksekusi, tanpa itu susah, karena sudah terlanjur. Baru perlu untuk semester berikutnya. Semester ini sudah cukup.
9839: Oke, Stad
6017: Ya, gitu ya. Yuk
9839: Makasih
6017: Salammualakum
9839: Kumsalam Ustad

Percakapan selesai


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nwk/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%