Jumat, 17/05/2013 17:24 WIB

Darin Mumtazah, Pelajar yang Diperiksa KPK Dalam Kasus Luthfi Mangkir

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Darin Mumtazah, seorang pelajar yang dijadwalkan diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus pencucian uang Luthfi Hasan mangkir. Tanpa ada alasan yang jelas, dia tak memenuhi panggilan KPK.

"Tak hadir," kata juru bicara KPK Johan Budi saat dikonfirmasi, Jumat (17/5/2013).

Johan menjelaskan, tak ada keterangan yang masuk ke KPK soal ketidakhadiran Darin itu. Soal siapa Darin itu, hanya disebutkan di surat pemanggilan sebagai pelajar dan diperiksa sebagai saksi untuk Luthfi.

Informasi yang diterima detikcom, Darin bukanlah anak Luthfi Hasan. Perempuan cantik berdarah Arab ini anak kandung salah seorang kader PKS.

"Dia anak kader PKS, cukup terkenal bapaknya," kata sumber tersebut kepada detikcom.

Sayangnya, tak ada pihak PKS yang mau mengkonfirmasi soal sosok Darin dan hubungannya dengan Luthfi.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(rni/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%