Detik.com News
Detik.com
Jumat, 17/05/2013 17:24 WIB

Darin Mumtazah, Pelajar yang Diperiksa KPK Dalam Kasus Luthfi Mangkir

Rini Friastuti - detikNews
Darin Mumtazah, Pelajar yang Diperiksa KPK Dalam Kasus Luthfi Mangkir
Jakarta - Darin Mumtazah, seorang pelajar yang dijadwalkan diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus pencucian uang Luthfi Hasan mangkir. Tanpa ada alasan yang jelas, dia tak memenuhi panggilan KPK.

"Tak hadir," kata juru bicara KPK Johan Budi saat dikonfirmasi, Jumat (17/5/2013).

Johan menjelaskan, tak ada keterangan yang masuk ke KPK soal ketidakhadiran Darin itu. Soal siapa Darin itu, hanya disebutkan di surat pemanggilan sebagai pelajar dan diperiksa sebagai saksi untuk Luthfi.

Informasi yang diterima detikcom, Darin bukanlah anak Luthfi Hasan. Perempuan cantik berdarah Arab ini anak kandung salah seorang kader PKS.

"Dia anak kader PKS, cukup terkenal bapaknya," kata sumber tersebut kepada detikcom.

Sayangnya, tak ada pihak PKS yang mau mengkonfirmasi soal sosok Darin dan hubungannya dengan Luthfi.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rni/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%