Detik.com News
Detik.com
Jumat, 17/05/2013 15:44 WIB

Sidang Suap Impor Daging

Penjelasan Fathanah Soal Duit Rp 10 Juta Untuk Maharani

Moksa Hutasoit - detikNews
Penjelasan Fathanah Soal Duit Rp 10 Juta Untuk Maharani
Jakarta - Ahmad Fathanah mengakui pernah memberi Rp 10 juta kepada Maharani Suciyono. Dia mengambil uang itu dari Rp 1 miliar pemberian PT Indoguna Utama.

"Saya dengan Maharani, saya berikan Rp 10 juta dari Rp 1 miliar itu," kata Fathanah saat bersaksi di Pengadilan Tipikor untuk terdakwa Juard Effendi dan Aria Effendi, Jumat (17/5/2013).

Menurut Fathanah, dia mengambil total Rp 20 juta. Setelah diberikan ke Maharani Rp 10 juta, sisanya dia masukkan ke dompet untuk keperluan bensin dan lain-lain.

"Anda ngapain ngasih uang Rp 10 juta ke Maharani?" tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Rum.

"Ya dia datang sepakat ke Le Meridien. Dia mengatakan saya perlu ini, saya perlu itu, saya bilang ya ambil aja ini Rp 10 juta," terangnya.

Sebelumnya, Maharani mengaku diajak berhubungan intim oleh Fathanah di hotel. Dia diberi Rp 10 juta sebagai imbalan. Saat digerebek penyidik KPK di kamar hotel, Fathanah dan Maharani sedang tidak berpakaian.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/asy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%