detikcom
Jumat, 17/05/2013 14:44 WIB

Ini Permintaan Terakhir 3 Terpidana Mati Jurit Cs Sebelum Dieksekusi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Ambulans pembawa Jurit Cs (arbi/detikcom)
Jakarta - Tiga terpidana mati Ibrahim, Jurit dan Suryadi yang dieksekusi tengah malam tadi sempat menyampaikan permintaan terakhirnya. Sebelum dieksekusi ketiganya menginginkan agar jenazah dimakamkan di daerah asal mereka.

"Yang dua (Ibrahim dan Jurit) ingin dimakamkan di Palembang, satunya (Suryadi) di Cilacap," kata Kadiv Pas Kemenkumham Jateng, Soewarso saat dihubungi detikcom, Jumat (17/5/2013).

Ia menambahkan, Suryadi sebelum eksekusi sangat ingin bertemu dengan ibunya. Pelaku pembunuh satu keluarga di Palembang itu pun diberi kesempatan bertemu dengan ibunya.

"Suryadi ingin bertemu ibunya, dua hari sebelum eksekusi sudah dipertemukan," tandasnya.

Antara pukul 00.00 WIB - 01.00 WIB dini hari, Jurit dan Ibrahim dieksekusi di Lembah Nirbaya. Sedangkan Suryadi dieksekusi di sebuah tanah kosong yang terpisah 2 Km dari lokasi eksekusi Jurit dan Ibrahim.

"Kemarin pukul 23.00 WIB dari LP diserahkan kepada JPU. Mereka sudah masuk Nusakambangan sejak tahun 2006," ujar Soewarso.

Pukul 02.35 WIB ambulans yang membawa Suryadi meluncur ke TPU Rawapasung yang berada di jalan Kendeng, Kelurahan Sidanegara, Cilacap. Sedangkan dua ambulan yang membawa Jurit dan Ibrahim menuju Bandara Adisucipto Yogyakarta untuk membawa jenazah ke Palembang.

Diberitakan sebelumnya, Ibrahim dan Jurit dijatuhi hukuman mati karena melakukan pembunuhan berencana secara bersama-sama terhadap Soleh pada tahun 1997. Selain membunuh, Ibrahim dan Jurit juga memutilasi Soleh. Adapun Suryadi Swabuana alias Edi Kumis alias Dodi bin Sukarno merupakan terpidana pembunuhan dan pencurian di Palembang pada 1992.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(alg/asp)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%