Detik.com News

Jumat, 17/05/2013 14:57 WIB

AS Protes Komentar Jepang tentang Wanita Penghibur Saat PD II

BBCIndonesia.com - detikNews
Anmerika Serikat mengecam keras komentar Walikota Osaka Toru yang membela tindakan militer Jepang untuk menggunakan perempuan penghibur saat perang sebagai "keterlaluan dan ofensif."

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan perempuan penghibur perang adalah korban pelanggaran hak asasi manusia.

"Apa yang terjadi pada perempuan-perempuan era itu yang diperdagangkan untuk tujuan seksual adalah tindakan tercela dan pelanggaran hak asasi manusia yang sangat keji," kata Jen Psaki.

Hashimoto, salah satu pendiri Partai Restorasi Jepang, hari Senin (14/05) mengatakan perempuan penghibur "dibutuhkan untuk membuat para prajurit tetap siag".

"Jika Anda ingin mereka [prajurit di medan perang] beristirahat dalam situasi demikian, sistem perempuan penghibur diperlukan. Siapa pun bisa memahaminya."

Saran pada AS

hashimoto



Hashimoto juga menyarankan militer AS menggunakan PSK Jepang

Jepang memaksa sekitar 200.000 perempuan di berbagai negara dari Cina, Korea Selatan, Filipina, Indonesia, dan Taiwan untuk menjadi pelacur saat Perang Dunia II.

Pemerintah Jepang, yang pada tahun 1993 secara resmi mengutarakan permohonan maaf atas perbuatan tersebut, sampai saat ini masih belum memberikan komentar atas pernyataan itu.

Ia juga memicu kemarahan di Pulau Okinawa, lokasi pangkalan militer AS, dengan mengatakan bahwa tingkat kriminalitas di pangkalan militer bisa berkurang jika pasukan AS didorong untuk memanfaatkan jasa industri seks lokal agar energi seksual pria-pria tangguh itu -demikian katanya- bisa dikendalikan.

Pada hari Kamis Hashimoto mengatakan ingin bertemu mantan perempuan penghibur dan meminta maaf atas tindakan Jepang sebagai tindakan tercela dan tidak boleh terulang.

Tetapi ia tetap kukuh pada pendapatnya bahwa Jepang bukan satu-satunya negara yang mengeksploitasi perempuan lokal saat perang.

"Semua orang melakukan hal yang buruk," kata Hashimoto.


(bbc/bbc)

  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
92%
Kontra
8%