Jumat, 17/05/2013 08:47 WIB

Apa yang Sebenarnya Terjadi Antara Fathanah & Maharani di Le Meridien?

Ahmad Toriq - detikNews
Maharany Suciyono (dok. detikcom)
Jakarta - Ahmad Fathanah dan Maharani Suciyono hari ini akan dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus suap impor daging sapi di pengadilan Tipikor Jakarta. Mungkinkah keterangan keduanya akan mengungkap yang terjadi di Hotel Le Meridien saat Fathanah ditangkap KPK?

Fathanah dan Maharani diciduk KPK dalam operasi tangkap tangan di Hotel Le Meridien pada awal Februari 2013 silam. Anehnya, ada perbedaan keterangan mengenai penangkapan itu.

Maharany mengaku ia hanya mengobrol dan makan malam bersama Fathanah di kafe hotel hingga penyidik KPK datang dan membekuk Fathanah. Sedangkan Ketua KPK Abraham Samad menyebut penyidik mendapati Ahmad Fathanah tengah bersama Maharani di dalam sebuah kamar saat operasi tangkap tangan berlangsung.

Jawaban mengenai kebenaran peristiwa tangkap tangan itu bisa jadi terungkap di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2013) hari ini, saat Fathanah dan Maharani menjadi saksi untuk terdakwa Arya Abdi Effendy dan Juard Effendi.

Keterangan keduanya akan sangat terkait dengan kedua terdakwa yang diduga memberikan uang Rp 1 miliar ke Fathanah sebelum operasi tangkap tangan berlangsung. Sebagian dari uang Rp 1 miliar itu, yaitu sebesar Rp 10 juta, diberikan Fathanah untuk Maharany.

Mahasiswi sebuah kampus swasta ini mengakui pemberian itu. Namun menyangkal dirinya terlibat dalam kasus suap impor daging, termasuk juga soal isu mengenai gratifikasi seksual. Saat itu Maharany langsung dibebaskan karena dinilai tak ada kaitannya dengan kasus.

Penasaran dengan apa yang terjadi di Le Meridien saat itu?


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(trq/vid)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%