Jumat, 17/05/2013 05:12 WIB

PNPM Mandiri: Toleransi Nol Terhadap Korupsi

Rina Atriana - detikNews
Jakarta - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri terus menggelorakan semangat anti korupsi kepada masyarakat. Sebagai wujud aksinya, PNPM pun menggelorakan 'Toleransi Nol Terhadap Korupsi'.

"Gelar semangat anti korupsi sangat penting, karena apabila korupsi dapat dicegah dan ditangani dengan baik dalam pelaksanaan PNPM Mandiri maka hasilnya akan optimal untuk memberdayakan masyarakat dan menanggulangi kemiskinan," kata Ketua Pokja PNPM Pusat, Sudjana Royat, di Hotel Tabek Indah, Bandar Lampung, Lampung, Kamis (16/5/2013).

Menurut Sudjana, anggaran yang diberikan PNPM kepada masyarakat desa untuk meningkatkan kesejahteraannya sangat rawan korupsi. Pelaku korupsi pun bermacam-macam, mulai dari penerima dana hingga pelaksana tugas dilapangan.

"Ini sangat mengkhawatirkan. Kami mencoba untuk memperbaiki ini. Artinya ada kekuatan lain yang harus kita bina untuk dapat mencegah korupsi ini terjadi," ujar Sudjana.

Kekuatan lain yang dimaksud Sudjana adalah para ibu rumah tangga, remaja, maupun pihak-pihak yang merasa menjadi korban korupsi dana PNPM tersebut. Selanjutnya mereka yang merasa menjadi korban tak hanya diam dan harus menyatakan tidak terima terhadap korupsi yang semakin marak.

"Bagaimana jeritan mereka masuk ke dalam sistem, dan sistem akan bergerak ke arah lebih baik," ujar Sudjana.

Saat ini program PNPM telah menjangkau lebih dari 477 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Setiap daerah dapat mengajukan fasilitas umum yang mereka butuhkan. Kemudian PNPM akan mengucurkan dananya. Selain itu PNPM juga terus melakukan pengawasan pada tiap tahapan, mulai dari turunnya dana hingga teknis pelaksanaan di lapangan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(rna/vid)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%