detikcom
Jumat, 17/05/2013 02:07 WIB

3 Terpidana Mati Telah Dieksekusi di Nusakambangan

Arbi Anugrah - detikNews
Cilacap - Eksekusi mati terhadap tiga terpidana mati asal Sumatera Selatan yaitu Jurit, Ibrahim dan Suryadi sudah dilakukan di Lembah Nirbaya, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat (17/5/2013).

Informasi yang dihimpun, eksekusi mati terhadap ketiga terpidana asal Sumatera Selatan tersebut sudah dilakukan pada pukul 00.15 WIB. Saat ini ketiga jenazah sedang dalam proses dimandikan.

Rencananya dua jenazah Jurit, Ibrahim akan dimakamkan di Palembang dan akan diterbangkan melalui Bandara Adisucipto Yogyakarta. Sementara satu jenazah atas nama Suryadi akan dimakamkan di Cilacap.

Sementara suasana di dermaga Wijayapura, Cilacap, tempat menyebrang ke Pulau Nusakambangan ramai oleh beberapa pejabat dari Polda Jateng. Sebuah mobil ambulance sudah masuk ke dermaga dan beberapa kendaraan sudah dalam posisi siap keluar dari dermaga Wijayapura.

Selain sejumlah pejabat Polda Jateng, tampak anggota kepolisian dari Polres Cilacap dan Brimob Polda Jateng mengamankan area dermaga. Pintu masuk ke dermaga Wijayapura juga ditutup dan tidak seorangpun boleh masuk tanpa izin dari petugas termasuk para awak media dari cetak dan elektronik yang sudah berkumpul di lokasi.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan akan mengeksekusi mati 3 terpidana kasus pembunuhan berencana dalam waktu dekat. Ketiga terpidana mati itu adalah Ibrahim, Jurit dan Suryadi Swabuana.

Ibrahim dan Jurit dijatuhi hukuman mati karena melakukan pembunuhan berencana secara bersama-sama terhadap Soleh pada tahun 1997. Selain membunuh, Ibrahim dan Jurit yang dibantu oleh Dani dan Sofyan juga memutilasi Soleh.

Adapun Suryadi Swabuana alias Edi Kumis alias Dodi bin Sukarno merupakan terpidana pembunuhan dan pencurian di Palembang. Penolakan grasinya berdasarkan Keppres Nomor 20/G/2003 bertanggal 3 Februari 2003. Ketiganya saat ini mendekam di LP Nusakambangan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(trq/trq)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%