detikcom
Kamis, 16/05/2013 20:35 WIB

Fitra Geng Motor XTC: Saya Lihat 5 Cewek Masuk Kamar Klewang

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Tersangka geng motor XTC Fitra Zakaria (18) mengaku pernah melihat Klewang (57) minta pelayanan seks ke cewek geng motor. Cewek yang diminta untuk melayani rata-rata masih ABG.

"Iya pak, saya pernah nengok Klewang sama cewek ABG dari geng motor. Cewek itu disuruh masuk ke kamarnya yang ada di Bedeng stadion," kata Fitra di hadapan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Arief Fajar, di Mapolresta Jl A Yani Pekanbaru, Kamis (16/5/2013)

Fitra dihadirkan ke hadapan wartawan dengan baju tahanan warna oranye dengan penutup kepala. Fitra panjang lebar menceritakan peran Klewang di hadapan gengnya.

Tersangka kasus pengerusakan warnet ini menyebutkan bahwa markas geng motor salah satunya di kawasan stadion. Bedeng bekas penginapan pekerja Stadion Utama Riau di sekitar Kampus Universitas Riau itu dijadikan tempat ngumpul.

Bekas barak pekerja itu memiliki beberapa ruangan. Satu di antaranya kamar tempat tidur Klewang.

"Seingat saya, ada lima cewek geng motor yang pernah masuk ke kamar Klewang. Tapi waktunya berbeda-beda. Cuma itu yang pernah saya saksikan, selebihnya saya tidak tahu," kata Fitra.

Cewek-cewek yang ditiduri Klewang itu semuanya dari kelompok geng motor. Fitra selaku anggota geng motor XTC menyebutkan permintaan Klewang untuk dilayani tidak bisa ditolak.

"Kalau tidak mau, dia bisa marah. Anak-anak jadi takut. Cewek geng motor itu terpaksa mau tidur sama Klewang," kata Fitra.

Fitra kecewa kecewa dengan Klewang yang tidak mau mengakui perbuatannya. "Kita marah sama Klewang sekarang ini, Bang. Masa dia yang nyuruh kita berbuat kriminal, sekarang dia membantah semuanya," kata Fitra.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(cha/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%
MustRead close