detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 09:14 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Kamis, 16/05/2013 19:54 WIB

Relokasi Warga Waduk Pluit

Ahok Soal Komnas HAM: Nggak Heran Mereka Berebut Mobil Camry

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tak habis pikir dengan pembelaan yang diberikan Komnas HAM kepada warga Pluit. Ahok pun mengeluarkan komentar sinis soal Komnas HAM.

"Makanya saya bilang, Komnas HAM mau bela ini? Bela orang seperti ini? Saya meragukan mereka tahu HAM itu apa. Nggak heran bisa berebut mobil Camry itu Komnas HAM," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (16/5/2013).

Ahok merasa upaya relokasi warga Waduk Pluit tak melanggar HAM, karena demi kepentingan yang lebih besar dan sudah sesuai prosedur. Sebab tanah yang diduduki warga Waduk Pluit adalah tanah negara.

"Ini kan konyol sebetulnya. Ini data kita komplit. Kita semua kerja itu ada data," tutur mantan Wali Kota Bupati Belitung Timur ini.

Senada dengan Ahok, Jokowi juga merasa heran dengan Komnas HAM. Suami Iriana itu bingung mengapa upaya relokasi warga Waduk Pluit hingga sampai ke Komnas HAM.

"Ada yang bilang kita ini melanggar HAM. HAM yang mana? Wong kita pindahkan ke rusun kok, lengkap ada TV gratis, meja kursi gratis, tempat tidur gratis, kompor gratis, tinggal masuk. (Pelanggaran) HAM-nya yang mana? Masa melanggar HAM? HAM yang mana gitu lho," ujar Jokowi di Universitas Tarumanegara hari ini.

Beberapa waktu lalu Komnas HAM memang sempat ramai dengan isu perebutan posisi ketua yang mendapat fasilitas Mobil Camry. Namun saat ini isu itu sudah reda dengan kesepakatan giliran posisi ketua setiap tahunnya.



Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(trq/vid)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%