Detik.com News
Detik.com
Kamis, 16/05/2013 18:53 WIB

Ungkap Peredaran Uang Palsu, Bareskrim Polri Gandeng Bank Indonesia

Andri Haryanto - detikNews
Ungkap Peredaran Uang Palsu, Bareskrim Polri Gandeng Bank Indonesia
Jakarta - Guna meminimalisir sekaligus membantu pengungkapan peredaran uang palsu di Masyarakat, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipid Eksus) Bareskrim Polri, menggandeng Bank Indonesia. Kerjasama segera dilaksanakan.

"Kami sudah membangun satuan tugas dengan Bank Indonesia, ada link koneksi dengan BI tentang data kejahatan uang palsu," kata Kasubdit Uang Palsu Dit Tipid Eksus Bareskrim Polri, Kombes Agus Irianto, di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2013).

Data-data yang terkoneksi tersebut, jelas Agus, berisi mereka-mereka yang terlibat kejahatan uang palsu, baik pembuat atau pengedar. Data itu pun berisi teknis kelompok dalam membuat uang palsu.

"Sehingga nanti dalam pengungkapan langsung keluar jaringannya, lama atau baru," papar Agus.

Dari hasil analisa komputerisasi tersebut, Polisi kemudian menindaklanjutinya dengan berkoordinasi bersama kepolisian wilayah guna memantau peredaran uang palsu.

"Kita akan kontak wilayah dan meminta mewaspadai peredarannya," terang Agus.

Dari hasil pengungkapan kepolisian, wilayah Jabodetabek masih mendominasi sebagai wilayah yang 'memproduksi' uang palsu dengan sebaran hampir di seluruh Indonesia.

Agus mencontohkan, pengungkapan yang dilakukan pihaknya di Kalimantan Selatan. Namun, usut punya usut pangkal mula peredaran dan produksi ada di wilayah Bogor.

Selain itu, pihaknya mendapati saat ini terdapat 400 teknik dalam tindak pidana pemalsuan uang. Dari mulai cara konvensional seperti scanning dan printing, sampai pada teknik bleacing uang pecahan kecil dan dicetak ke pecahan besar.

"Sejauh ini uang Dollar paling mudah dipalsukan," ujarnya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ahy/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%